31 Mei 2014

Siapa yang Black Campaign?

Siapa yang Black Campaign?


Menang jadi arang, kalah jadi abu.

Kalau ditanya siapa yang akan saya pilih di pemilu nanti? Entahlah... saya tak punya pilihan sebenarnya. Karena saya tak melihat perbedaan di antara mereka.

Alhamdulillah Brosnya Laris




Alhamdulilllah, tak henti-hentinya rezeki mengalir bagi keluarga kecil kami. Keluarga yang sangat kecil karena tak ada anak di dalamnya. Masih berdua saja bareng suami. Sebenarnya beberapa waktu lalu hanya memuaskan keinginan hati yang ingin sekali belajar membuat bros setelah melihat banyak sekali tutorial bros yang ada di internet. Alhamdulillah ternyata banyak yang berminat dan ingin membeli. Teman-teman yang ingin dagang juga mau membantu menjualkan dan mempromosikan dagangan saya ini.

Sehari memang baru mampu bikin 2 lusin bros sendirian. Itu pun kalau memang tak siaran. Kalau ada jadwal siaran dapat dipastikan saya akan lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah dan pulang-pulang sudah sore. Sebenarnya pengen banget mengurangi jadwal siaran. Supaya saya bisa lebih fokus mengerjakan yang lain. Sebab sekarang saya bukan lagi seorang Rohani Syawaliah yang hidup sendirian. Tugas utama saya tentu saja adalah mengurus suami dan anak-anak nantinya.

Memang sih 3 kali seminggu itu sudah tak banyak, namun kadang saya kesulitan menyesuaikan jadwal dagang Oleh-Oleh Pontianak yang sedang saya urus juga. Saya benar-benar butuh asisten. Tapi sampai sekarang belum ada satu orang pun yang bisa saya percaya untuk menangani semuanya. Suami memang banyak membantu namun tak bisa dilepas sendirian. Apalagi kalau sudah berkaitan dengan bros. Dia pasti menolak buat belajar membuat bros. Padahal hasilnya lumayan setiap minggunya. Ratusan bros setiap bulannya bisa habis terjual.


Semoga saja semua proses pembuatan brosnya bisa dipercepat lagi, sehingga saya tak akan kesulitan memenuhi permintaan pasar. Buat teman-teman yang suka dagang juga boleh nih jadi reseller bros saya. Bisa hubungi BBM saya di 79D87E9B atau Whatsapp 085213626011. Koleksi saya bisa dilihat di instagram @honeylizious ya!

30 Mei 2014

Tantangan Berumah Tangga Bagi Pasangan Newlyweds



Setiap pasangan yang baru menikah, atau lebih dikenal dengan istilah newlyweds, pasti tidak sabar untuk meninggalkan rumah orangtua atau pondok mertua indah dan menempati hunian sendiri. Selain alasan kemandirian, rasanya rumah tangga belum sah kalau belum ditandai dengan memiliki tempat tinggal sendiri. Walau sebenarnya perumpaan “dunia serasa milik berdua dan sisanya ngontrak” berlaku untuk semua pasangan newlywed dimana pun mereka tinggal.

Satu hal yang menyenangkan dari memiliki hunian sendiri, terutama bagi perempuan, adalah kebebasan untuk berkreasi dalam pemilihan perabotan dan berekspresi dalam menghias ruangan-ruangan di dalam hunian baru kita. Meski demikian, kita terkadang lupa bahwa belum tentu pasangan kita memiliki preferensi yang sama dalam semua hal. Hal sepele seperti pemilihan jenis kursi untuk diletakkan di ruang tamu atau jenis lampu yang dipasang di ruang makan bisa menyebabkan berantem-berantem kecil dalam kehidupan rumah tangga kita.

Berikut ini dua pemasalahan yang kerap dialami oleh newlyweds beserta tips mengatasinya. Sambil kita mengingat bahwa menikah bukan berarti meleburkan dua pikiran menjadi satu, melainkan mengharmonisasikan dua pikiran dalam satu wadah rumah tangga.

Menentukan Nuansa Hunian Baru
Sebelum mulai browsing katalog-katalog untuk furniture dan pernak-pernik rumah tangga, biasanya kita memikirkan terlebih dahulu atmosfir atau nuansa apa yang ingin kita ciptakan di dalam hunian kita. Pilihannya bermacam-macam. Ada nuansa tradisional Indonesia, vintage gaya Eropa, minimalist industrial, hingga modern tetapi didominasi dengan elemen warna-warna tanah.

Begitu banyaknya pilihan seringkali bukannya membuat proses pengambilan keputusan menjadi lebih mudah tetapi lebih membingungkan. Belum lagi gaya fusion yang memadukan beberapa nuansa di bawah satu atap. Tidak mudahnya proses pemilihan ini kerap membuat kita kesal dan tidak dihargai ketika pada akhirnya gaya interior yang kita inginkan tidak disetujui oleh pasangan kita.

Untuk menghindari perasaan kesal dan tidak dihargai, akan lebih baik kalau dari awal kita sudah melibatkan pasangan kita di dalam prosesnya. Utarakan apa preferensi kita, misalnya kita lebih menyukai elemen kayu dibandingkan logam. Tapi tidak lupa juga meminta dia mengutarakan preferensi dia.

Pasti akan ada momen dimana kita dan pasangan memiliki pendapat yang bertolak belakang. Misalnya, kita menyukai warna-warna pastel dan ingin menjadikannya sebagai warna utama dari tempat tinggal, tetapi pasangan kita merasa warna tersebut terlalu feminim dan menginginkan warna-warna industrial, seperti abu-abu.

Kalau sudah seperti itu jalan tengahnya adalah kompromi. Bisa dengan cara memilih warna netral, seperti putih gading atau coklat muda. Atau bisa juga misalnya kamar tidur tetap mengusung warna-warna pastel, sementara untuk ruang tamu menggunakan warna-warna industrial. Hasil kompromi bisa berbeda-beda untuk setiap pasangan. Tapi yang paling penting adalah mencari jalan tengah yang pas untuk kita dan pasangan.

Menjaga Kebersihan Hunian Baru
Selain urusan interior, satu hal yang juga perlu kita pertimbangkan adalah menjaga kebersihan hunian baru kita. Pada umumnya, pasangan yang baru menikah belum memiliki kebebasan finansial untuk mendatangkan pembantu rumah tangga yang menginap maupun yang sesekali datang. Dan untuk tempat tinggal yang hanya dihuni oleh dua orang, rasanya pembantu pun belum terlalu perlu.

Dengan pembagian tugas yang jelas dengan pasangan dari awal, urusan kebersihan rumah akan sama ringannya dengan ketika kita dibantu oleh pembantu. Tentukan siapa yang bertugas membuang sampah dan menjaga kebersihan dapur dan perlengkapan di dapur, seperti kompor, microwave atau oven. Tentukan juga siapa yang akan bertanggung jawab dengan kebersihan kamar mandi. Memastikan lantai kamar mandi selalu kering dan wastafel dalam keadaan bersih.

Dari semua ruangan di dalam rumah, dapur dan kamar mandi adalah dua ruangan dengan potensi paling besar untuk kotor dan mengeluarkan bau tidak menyenangkan. Jadi fokus dengan pasangan untuk kebersihan dua ruangan ini. Untuk ruangan-ruangan lainnya, bisa dikerjakan bersama-sama.

Kalau teman-teman membutuhkan tips praktis dan inovatif dalam menjaga kebersihan hunian baru, Bersih Bersih bisa menjadi sumber informasi yang memberikan tips untuk mengisi dan merawat hunian baru kita.



Buang Aja Androidnya!

Buang Aja Androidnya!


Merusak barang elektronik bukan hal yang baru bagi saya. Kalau sudah di tangan saya, apa pun barang elektronik tersebut, biasanya akan mengalami yang namanya 'turun mesin'. Terakhir saya punya laptop, saya merusaknya. Itu sudah laptop yang ke empat. Makanya sekarang saya lebih suka menggunakan komputer, selain layarnya lebih besar, kemungkinan untuk rusak hanya pada keyboard yang bersentuhan dengan jemari saya yang gampang sekali merusak barang elektronik ini.

Nah, sudah banyak yang tahu kan betapa rusaknya Lenovo A800 milik saya yang baru setahun sebulan saya gunakan? Ternyata kerusakannya belum bisa ditemukan solusinya. Teknisi Comtech di Pontianak seminggu mengutak-atiknya juga angkat tangan. Sebelumnya saya menghubungi ibu saya dan menceritakan perihal hape ke-empat yang rusak itu. Beberapa waktu dulu saya juga pernah merusak 3 hape milik saya. Semuanya rusak. Karena merek nokia mudah untuk diperbaiki, jadi tiga hape tersebut bisa diperbaiki dan kemudian saya jual.

Sekarang yang rusak android Lenovo A800 yang putih warnanya itu. Kerusakan sih kayaknya pada sistem. Jadi ada jendela sistem yang muncul tak henti-hentinya di layar. Sebelumnya sih sudah cukup dengan mematikannya sebentar kemudian menyalakannya kembali. Error istilah yang saya gunakan untuk menyebutnya.

Umak tidak tahu apa-apa tentang barang elektronik, namun saat saya menceritakannya, dia langsung bilang buang aja androidnya. Padahal waktu itu teknisi Comtech belum mengembalikan smartphone saya dengan alasan tak bisa memperbaikinya. Memang sih smartphone tersebut telah mendatangkan puluhan juta uang dan sepeda motor scoopy yang hampir setahun saya kendarai. Umak bilang nanti pasti nggak bisa diperbaiki. Dia tahu betul betapa 'tangan bajanya' tangan saya ini. Sejak kecil sudah banyak barang elektronik yang saya rusak. Tapi kalau dulu saya rusak karena saya bongkar, nah sekarang rusak karena saya gunakan.

Mengingat tangan yang gampang sekali merusak barang ini, akhirnya saya menyerah menggunakan smartphone merek lain. Saya kembali ke Samsung. Sebab sebelumnya saya sudah menggunakan android samsung dua tahun dan tak ada masalah. Pernah direset satu kali aja dan sampai sekarang baik-baik saja, jika lecet di bodinya tidak masuk hitungan. Hehehehe...


Buang aja ya androidnya?

29 Mei 2014

Kue Lebaran, Beli Aja!

Kue Lebaran, Beli Aja!

Tahun ini, lebaran pertama kali yang dirayakan bersama suami. Pengantin baru nggak punya banyak alat bikin kue. Apalagi saya juga nggak pinter banget bikin kue. Bisa sih, tapi nggak jago banget. Apalagi kue kering. Kue basah lebih gampang menurut saya dan nggak serepot kue kering.

Eh untungnya punya teman SMA yang jago bikin kue. Beberapa hari lalu curhat kalau dia kepengen punya penghasilan tambahan buat lebaran. Sebenarnya pengen ngajarin dia ngeblog dan menghasilkan uang dari rumah. Sayangnya dia berada di Singkawang dan saya di Pontianak. Jadi agak menyulitkan untuk mengajarinya.

Jadi mulai tahun ini minta bikinin sama dia aja kue keringnya. Saya cukup bikin satu dua kue basah saja. Nggak pake repot-repot deh numpang rumah mertua. Hehehe...

28 Mei 2014

Gajian dari Segala Arah

Gajian dari Segala Arah


Alhamdulillah, hanya itu yang bisa saya ungkapkan pada karunia Allah yang tak pernah berhenti sedetik pun. Mau kita melakukan dosa atau amal, tak pernah sekalipun Allah menghentikan oksigen memenuhi dunia. Selama pohon-pohon masih berdiri tegak mengibarkan daun-daun hijaunya. Oksigen dan karbon dioksida akan selalu ada.

Tak ada yang tak mungkin jika memang kita mau berusaha. Melawan arus memang cukup menyulitkan. Di mana masih banyak orang yang berpikir bahwa yang namanya kerja ya harus keluar dari rumah dan punya bos. Banyak tanggung jawab dan tekanan dari orang lain. Tak banyak yang mau untuk tidak mengikuti arus dan membuat lapangan kerja bagi diri sendiri. Apalagi di Kalimantan Barat pemikiran orang yang masih beranggapan, kerja ya jadi PNS derajat tertingginya. Pekerjaan lain sepertinya rendahan.

Apalagi seperti saya yang tak terlihat benar-benar bekerja. Kebanyakan menghabiskan waktu di rumah. Tak banyak yang berpikir bahwa apa yang saya kerjakan sebenarnya menghasilkan. Apalagi saya sudah merintisnya sejak bertahun-tahun lalu dan sekarang tinggal menikmati hasilnya. Memang belum sesuai harapan saya hasilnya namun keyakinan saya untuk terus mengerjakan semua hal yang sekarang menjadi pekerjaan saya tetap tak pernah padam. Saya percaya penuh dengan apa yang saya lakukan sekarang akan menghidupi saya dan anak saya nantinya.

Apalagi bukan tugas saya kan menafkahi keluarga? Jadi mau hasilnya banyak atau sedikit tetap harus disyukuri. Alhamdulillah. Maha Besar Allah yang telah melimpahkan rezeki yang tiada putusnya untuk kami berdua. Allah Maha Tahu apa yang kami butuhkan di dalam dunia ini. Dunia yang fana. Ketika tiba saatnya nanti bukan uang yang akan menjadi bekal kita. Amalan-amalan kita selama di dunia. Akankah semua itu membawa kita ke tempat yang baik atau sebaliknya, kita akan terjerumus ke tempat yang jahannam?

Semoga semua rezeki yang datang ini bisa menjadi ladang amal selanjutnya. Bisa buat membiayai kedua orang tua dan dua adik kecil saya yang sekarang masih sekolah. Saya tak tahu sampai kapan kedua orang tua saya kuat untuk mencarikan rezeki buat mereka. Sekarang tanggung jawab untuk dua adik kecil itu setidaknya harus mulai saya pikul.


Gaji-gaji yang datang dari segala arah, hanya numpang singgah di tangan saya dan tugas saya untuk membagikan hak orang lain yang ada di dalamnya.

27 Mei 2014

26 Mei 2014

Khasiat Madu Untuk Menghaluskan Kulit


Membuat kulit halus secara alami sangatlah mudah yaitu dengan menggunakan madu yang merupakan bahan alami yang mudah anda dapatkan. Madu dipercaya dapat menghaluskan permukaan kulit terutama untuk kulit yang banyak terdapat bekas jerawat. Bekas jerawat pada permukaan kulit membuat permukaannya menjadi tidak rata sehingga tidak terasa halus saat disentuh. Ada sebagian orang yang tidak terlalu menghiraukan hal ini padahal kelembutan kulit merupakan salah satu bagian terpenting dalam penampilan.

Untuk cara alami menghaluskan kulit dengan madu ini sangat mudah yaitu dengan cara mengoleskan madunya ke seluruh permukaan kulit wajah. Jika anda menginginkan hasil yang maksimal anda bisa mencampur madu tersebut dengan kuning telur. Kuning telur dapat membantu menghilangkan bekas jerawat yang merupakan salah satu penyebab kulit kasar. Oleh karena itu jika kedua bahan ini anda gunakan berbarengan maka hasilnya juga akan sangat istimewa.

Setelah seluruh permukaan kulit terolesi ramuan masker ini diamkan 10-15 menit kemudian bilas dengan air hangat. Membilas wajah dengan air hangat dipercaya lebih baik daripada membilas dengan air dingin. Air hangat dipercaya dapat menghilangkan bakteri yang kemungkinan menempel di wajah saat penggunaan masker tersebut. Jika demikian maka perawatan wajah yang anda lakukan tidak akan menimbulkan efek samping.


Setelah mengetahui cara membuat kulit halus seperti ini pastinya tidak ada alasan bagi anda untuk tidak mencobanya. Mengingat kedua bahan ini banyak terdapat di pasaran karena keduanya termasuk kebutuhan sehari-hari yang penting. Seperti madu baik sekali dikonsumsi karena dapat membantu menjaga daya tahan tubuh terutama untuk anak-anak. Terbukti jika keberadaan madu sangatlah istimewa bagi manusia baik untuk perawatan dalam tubuh maupun perawatan luar tubuh seperti kulit.  

Cantik Inner beauty VS Outer beauty


Cantik alami sering dikorelasikan dengan istilah inner beauty. Namun benarkah inner beauty lebih penting dari outer beauty atau kecantikan dari luar? Yuk kita bahas urusan yang satu ini, ladies!

Inner beauty atau kecantikan dari dalam adalah kecantikan dari segi keahlian, bakat dan attitude. Misalnya saja, bila kita punya attitude yang ramah dan baik pada semua orang, atau punya keahlian handal dalam suatu bidang, maka bisa dibilang kita memiliki inner beauty. Sementara outer beauty adalah kecantikan dari luar di mana lebih bersifat pada penampilan fisik. Memiliki riasan yang cantik dan indah adalah bukti seseorang ingin unggul dalam hal outer beauty. Nah lalu bagaimana menakar kecantikan mana yang tepat disebut cantik alami dari dua hal yang saling berbeda ini?

Sebenarnya, memang bila harus dipilih mana yang lebih penting jawabannya adalah inner beauty. Tentu pria tidak akan suka kan seorang wanita cantik yang memiliki attitude tidak sopan atau pemalas? Untuk itulah kecantikan dari dalam sangatlah diutamakan. Seorang wanita yang baik, ramah, gesit dan pintar akan memegang nilai plus di mata para lelaki. Namun meskipun inner beauty menjadi indikator utama, bukan berarti outer beauty harus kita singkirkan, ladies. Kecantikan dari luar juga harus bisa kita perlihatkan. Tentu wanita dengan penampilan yang cantik dan terawat akan memiliki kesan yang baik di mata lelaki bukan?


Jadi bila berbicara tentang kecantikan yang alami, adalah sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara keduanya: baik inner beauty atau outer beauty. Bila keduanya bisa dijaga dengan seimbang, maka kecantikan yang alami dan sempurna pun bisa kita dapatkan dengan mudah. Setuju, ladies?

25 Mei 2014

Sudah Datang ke Tri 3030?



Masa depan dimulai sekarang!

Menyenangkan sekali Kamis kemarin saya bersama suami, dan dua sepupu mendatangi Tri 3030 yang diadakan di Rumah Adat Betang Radakng, Pontianak, Kalimantan Barat yang berada di dekat Rumah Adat Melayu arah Kota Baru. Memang sih pertunjukannya hanya berlangsung sekitar 1 jam. Tetapi ini adalah pertunjukkan yang tak pernah saya lihat sebelumnya. Menampilkan penari-penari yang memainkan lampu laser. Semuanya terlihat sangat nyata. Ruangan penuh warna.
Mendapatkan undangan VIP sebagai peserta komunitas blogger di Pontianak, tak saya sia-siakan. Ada banyak tarian dan parodi yang ditampilkan di atas panggung. Semuanya terlihat begitu apik. Satu hal yang menjadi kekurangan mungkin kurang lama. Hahahhaa... Kepengennya lihat lebih lama lagi tarian dengan lampu laser itu.
Oh iya buat teman-teman di Kota Pontianak yang belum datang dan tak mendapatkan undangan VIP tak mengapa, bisa registrasi di tempat acara berlangsung untuk mendapatkan kesempatan menyaksikan pertunjukkan yang sama. Dimulai dari tanggal 22 Mei sampai 27 Mei 2014 nanti.



Apabila sudah selesai menyaksikan pertunjukkan kita bisa mampir ke stand yang berdiri di luar tempat pertunjukkan untuk mendapatkan informasi mengenai promosi dari kartu Tri. Nggak belanja juga nggak apa-apa. Teman-teman bisa numpang foto-foto di sana.  

Menemukan Kembali Semangat Itu!

Menemukan Kembali Semangat Itu!

Kalo sudah menyalakan komputer sih dengan mudahnya saya mengetikkan semua kalimat yang ingin saya sampaikan. Jika saya tak mengingat kembali tujuan ngeblog saya, satu di antaranya adalah meninggalkan kenangan buat orang yang belum hadir dalam kehidupan saya sekarang, barangkali saya sudah membiarkan blog ini penuh oleh sarang laba-laba dan akhirnya menjadi kuburan maya berikutnya.

Untungnya sejak awal saya sudah menganggap blog ini adalah catatan harian saya. Selalu ada yang kurang jika saya tak menuliskan sesuatu di blog ini. Ada yang hilang. Mati sih enggak ya, cuma mati gaya aja. Apalagi ada teman yang mengatakan saat kita mulai menerima alasan untuk tidak ngeblog dan tidak memberikan 'hukuman' pada diri kita sendiri karena absen mengisinya, pastilah besoknya akan ada alasan lain lagi yang akan kita buat  untuk tidak mengisi blog kita sendiri.

Saya sendiri memberlakukan hukuman untuk mengisi kekosongan hari yang tidak ada tulisan baru dengan mengisinya dihari yang berbeda. Saat ketinggalan sehari besoknya saya akan menuliskan paling tidak dua tulisan. Supaya hutang tidak mengisi postingan itu bisa dibayar. 

Semangat mengisinya baru kembali 1 post sehari. Padahal tahun lalu saya sedemikian bersemangat mengisinya sampai 12 post sehari. Itu jari saya sudah pake acara terbang-terbang di atas papan ketik.

Waktu itu job belum setiap hari mampir. Belum ngadmin facebook official, twitter, dan instagram juga. Jadinya masih banyak waktu melakukan itu semua. Berbeda jauh dengan sekarang. Usaha dagangannya mulai bangkit. Beberapa di antaranya keterlaluan larisnya, alhamdulillah sekali sebenarnya. Cuma ada beberapa hal yang kemudian dikorbankan untuk banyak kerjaan yang harus saya tangani sendiri.

Yaaap! Hingga hari ini belum menemukan asisten buat membantu banyak hal yang harus saya jalani. Untungnya suami saya sangat sabar menghadapi kesibukan istrinya yang jarang beres-beres rumah. 

Setiap kali melihat suami yang mau membantu kerjaan rumah saya jadi semangat menyelesaikan banyak kerjaan yang harus ditangani sendiri. Semangat itu akhirnya ditemukan kembali.
Cukup Sekali ke Ayam Kaleo Pontianak

Cukup Sekali ke Ayam Kaleo Pontianak


Biasanya jika ada rumah makan baru atau tempat nongkrong yang menawarkan makanan atau minuman yang belum pernah saya cicipi sebelumnya saya suka mengajak suami untuk mengunjunginya. Sebab menyenangkan bisa berbagi informasi di blog ini pada pecinta kuliner atau travel lainnya. Yap! Tempat makan yang bisa kita kunjungi setiap hari di kota kita bisa jadi akan sangat menarik sebagai tempat wisata makanan bagi orang yang baru pertama kali datang ke Pontianak.

Kali ini yang ingin saya ceritakan adalah sebuah tempat makanan yang beberapa waktu lalu saya kunjungi dan saya memutuskan tidak akan datang ke sana lagi. Bukan karena pelayanannya yang buruk atau makanan yang kurang enak.

Tempatnya nyaman sebenarnya. Bersih dan rapi. Pengunjung juga memiliki jarak dengan pengunjung lainnya. Tidak seperti beberapa tempat makan lain yang pengunjung berada terlalu dekat dengan pengunjung lainnya. Pelayanannya juga menyenangkan. Walaupun saya agak risih ada beberapa pelayan yang akan menyambut kita di bagian depan. Mengucapkan salam dan tersenyum. Pengennya sih langsung masuk aja gitu. Soalnya suka nggak percaya diri jadi perhatian banyak orang.

Saat duduk akhirnya saya menyadari bahwa ini bukan tempat makan yang seharusnya saya datangi. Sebab mereka memutarkan lagu jawa yang alat musiknya adalah alat musik yang saya sangat takut mendengarnya. Gamelan dan gong itu memang terlalu menakutkan buat saya. Sejak dulu. Saya tak bisa bertahan lama mendengarnya. Melihat alatnya saja waktu di Solo saya kabur. Mau tak mau saya meminta pelayan untuk memelankan lagu tersebut. Padahal kepengennya speakernya dimatikan saja. Namun tak memungkinkan saya meminta hal tersebut. Sebab itu ciri khas mereka.

Makan buru-buru dan tak tenang. Dapat saya pastikan wajah saya pasti pucat selama saya berada di sana. Cukup sekali itu saya makan di Ayam Kaleo Pontianak. Memang harga terjangkau dan makanannya enak. Tapi saya tak akan pernah mau mengulangi pengalaman menakutkan dengan mendengarkan lagu yang diputar di sana. Saya fobia berat dengan suara gema dan alat musik seperti itu.


Saya tak bisa menyalahkan suami saya yang membawa saya ke sana sebab saya yang mengajaknya. Hufffttt..

24 Mei 2014

Bubur Kapur Khas Kalimantan Barat

Bahannya beras putih dan sedikit beras merah. Dimasak dengan air dan kapur sirih sedikit. Adonan nasi diaduk sampai mengental dan airnya habis. Kemudian dicetak. Saat sudah dingin tinggal dipotong dan kasih kuah santan sama gula merah. Ini buatan mertua. Cocok banget buat ibu rumah tangga yang nggak punya mixer dan oven kayak saya.

Cinta (Monyet) Pertama

Cinta (Monyet) Pertama


Jaman SD nih. Rumahnya deket sama rumah Uwan (nenek) di kampung. Semoga dia tak membaca tulisan ini. Soalnya kan cinta itu sudah kadaluarsa. Sekarang saya mah cintanya sama suami saya aja. Hihihi...

Mengingat belasan tahun lalu itu menghangatkan hati sendiri. Mengingat betapa norak dan absurdnya saya. Apakah ada di antara teman-teman yang jaman SD-nya suka sama seorang cowok di kelas dan memandangnya, curi-curi pandang padanya tuh sudah senang sekali. Wih jangan-jangan semua guru sekolah dasar saya dulu tahu ya saya selalu memperhatikan satu murid laki-laki itu. *tepok jidat

Malu-maluin banget deh! Bagian bodohnya lagi adalah sampai SMA saya masih suka sama dia. Walaupun ada beberapa orang lain yang saya perhatikan juga waktu SMA. Tapi tetep ya cinta (monyet) pertama itu dalem. Sedalem sumur tempat kambing yang masuk berita itu jatoh. Bisa kehabisan oksigen dibuatnya. Sekarang kalau main ke rumah Uwan suka juga kepikiran, bukan pengen ketemu sih, suka ingat masa lalu. Saat saya masih semangat ngantar kue bukaan buat bulan puasa. Mandi sewangi mungkin. Sisir serapi mungkin. Rapi jali pokoknya. Bela-belain pake make up sore-sore buat dia.

Pasti wajah saya ajaib banget waktu itu. Make up murahan nemu di rumah Uwan. Pake lipstik dan blush onnya lagi. Hedeh mana kulit saya item banget waktu kecil. Entah apa penampakan yang diliat orang. Bagian lebih ajaibnya, saya nggak malu tampil dengan muka kayak gitu. Hahahaha...

Cinta (monyet) emang gila. Sekarang sih dia belum menikah. Kerja di sebuah bank swasta dan membuat saya tak begitu tertarik lagi. Soalnya saya pengennya dapat suami pedagang bukan orang yang kerja di balik meja, pergi pagi pulang sore. Pengen punya suami yang punya banyak waktu luang buat istri dan anak-anaknya.


Untungnya saya aja yang dulu naksir dia. Dia mah enggak kayaknya ya? Dia tahu nggak sih saya pernah naksir dia? Ah nggak mungkin ditanyain sama dia juga sih.

23 Mei 2014

Untung Tak Pernah Menolak Job

Untung Tak Pernah Menolak Job


Saya bersyukur selama ini saya selalu menerima job yang datang. Kalaupun saya merasa tak punya waktu untuk mengerjakannya karena banyak job yang datang, ada beberapa orang yang bersedia membantu saya untuk menulis dan saya tak perlu menolak job tersebut. Sambil mengambil peluang buat diri sendiri juga membagi rezeki buat orang lain. Biasanya saya bagi dua hasilnya dengan orang yang saya minta membantu saya menulis tersebut. Jadi win win solution deh.

Mengapa saya kasih judul 'Untung Tak Pernah Menolak Job'? Karena ternyata banyak lo orang di dunia ini yang suka menolak tawaran sebuah job. Alasannya macam-macam. Paling banyak sih alasannya karena bayarannya murah. Ada juga alasannya karena klien itu menurut pandangannya adalah penipu. Padahal klien yang dimaksud itu sudah kerja sama dengan saya sejak tahun 2012. Sudah lama sekali dan tak pernah terindikasi menipu.

Buah dari tak pernah menolak job yang datang itu adalah job-job yang mengikuti job tersebut yang menurut sebagian orang murah meriah. Masih ingat dengan tulisan 'Semua Berawal dari Job Review 40.000 Itu!' nggak? Di sana sudah saya paparkan bagaimana akhirnya blog ini dan saya sendiri menjadi diri saya yang sekarang.

Semakin banyak review yang kita tuliskan di blog sebenarnya membuka peluang juga buat klien baru kita menemukan kita. Sebab banyak klien yang datang ke blog ini dan menghubungi saya karena menemukan tulisan-tulisan review yang sudah saya buat. Dari yang murah sampai yang mahal. Dari semua job review itu pula sekarang saya sudah memiliki sebuah rumah di kampung halaman saya. Memang belum saya tempati. Hanya buat investasi ceritanya. Semua uang puluhan ribu yang saya kumpulkan tersebut ternyata banyak juga kalau disatukan.

Bukankah sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit?

Apalagi saya juga bukan selebritis yang harus pilih-pilih job berdasarkan harganya. Jangankan yang berbayar murah, ada beberapa review di blog ini yang saya buat karena keinginan saya sendiri. Tak masalah mempromosikan dagangan atau usaha orang lain. Selama itu memberikan manfaat buat banyak orang, bagi saya itu lebih dari uang. Amal. Tabungan buat akhirat nanti. Apalagi job yang puluhan ribu itu hampir setiap hari ada. Bergantian, buat blog ini atau buat banyak blog lain.

Rezeki tak boleh ditolak, kata Umak. Fee yang saya dapat dari tiap job tersebut sudah lebih dari cukup kalau hanya buat mengisi pulsa Umak dan isi tabungan buat mertua. Sedikit atau banyak cukup disyukuri. Apalagi job yang murah itu jauh lebih sering muncul dibandingkan yang jutaan. Dihitung-hitung pada akhirnya yang sedikit itu angka akhirnya akan melebihi angka yang jutaan itu. Puluhan juta malahan.


Makanya, tak terlintas di kepala saya buat menolak suatu job yang mengetuk kantong uang saya. Setidaknya asisten saya butuh uang buat beli buku kuliah atau tabungan nikah. Maklum asisten saya ada dua orang yang sekarang aktif menulis buat saya jika diminta.
Ternyata Keteteran Ya!

Ternyata Keteteran Ya!


Akhirnya harus saya katakan saya keteteran juga nulis di blog. Hahaha sibuk banget jadi admin sosial media. Maklum banyak yang harus dipelajari mengenai status yang harus saya bagikan di akun-akun sosial media tersebut. Masih pemula dan tentu saja saya ini pembelajar yang cukup lamban untuk hal-hal baru. Alhamdulillah kerjaannya sekarang sudah lancar dan saya sudah bisa membagikan status dengan benar di akun sosial media tersebut. Sekarang yang harus dikerjakan adalah orderan bros yang menumpuk.

Bukan mengeluh sih. Namun memang pengaturan waktu harus lebih ketat lagi dan tak ada waktu buat terlalu santai. Habis salat Subuh juga harusnya nggak tidur lagi. Inilah kebiasaan buruk saya. Sekitar jam 6 pasti ngantuk dan suka tidur dua tiga jam. Kalo tak siaran bisa lebih dari itu tidurnya. Berarti sekarang harus menulis lebih banyak lagi buat postingan terjadwal. Saya juga menghidap penyakit malas menyalakan komputer. Mau beli laptop lagi sedikit trauma dengan kejadian lalu. Merusak 4 laptop/netbook gitu gara-gara terlalu lancar menulisnya. Menekan keyboardnya sangat keras. Walaupun bisa diakali dengan membeli keyboard tambahan yang terpisah dari bagian mesin laptop.

Hal-hal yang bisa dijadwalkan memang sepertinya harus disiapkan untuk terjadwal. Supaya tak perlu terlalu banyak menghabiskan waktu di depan komputer. Kayak menulis di blog ini. Mengupdate status di akun sosial media juga bisa dijadwalkan. Beda dengan membuat bros yang memang harus standby buat menyalakan lilin dan menyatukan kelopak pita tersebut menjadi bunga yang indah. Tak disangka bros buatan saya banyak yang pesan buat dijual di bazaar gitu. Semakin besar pasarnya nih nggak hanya buat pribadi.

Asisten pribadi sih belum punya. Mau coba atur waktu sendiri dulu. Soalnya belum tetap juga jumlah pemesan. Kecuali sudah banyak yang tahu dan pesan buat souvenir pernikahan kayaknya boleh deh menggaji asisten pembuat bros. Walaupun belum tahu siapa orang yang tepat. Soalnya kalau saya sudah jadi atasan suka cerewet. Maklum bawahan kan dibayar, kecuali yang bantu itu nggak minta bayaran ya. Hihihihihi...

Setidaknya sekarang harus menyiapkan 10-20 tulisan buat dijadwalkan seminggu, jadi sehari bisa lebih dari satu tulisan. Sayang juga kalau tulisan di blog ini makin menurun jumlah kan? Beda dengan tahun kemarin yang memang saya menantang diri sendiri buat nulis sesuai jumlah bulan. Waktu itu belum menikah. Kerja di Radio Volare dan tinggalnya juga di gedung yang sama dengan kantor. Tak begitu merepotkan. Sekarang tinggalnya 5km dari Radio Volare. Artinya ada waktu yang terbuang di jalan. Sudah menikah pula. Buka usaha jual bros pula. Jadi admin sosial media juga. Tambahan lagi jadi tukang bagi job review.

Alhamdulillah masih bisa ditangani semua. Beberapa bagian sih harus dipending. Kayak ngeberesin rumah yang akhirnya sering dipegang suami. Untung suami memang rajin beres-beres. Apalagi dia memang tidak suka bikin prakarya. Akhirnya ya lembur bikin bros sendirian aja. Suami sudah tidur di samping saya. Judulnya sih nemenin katanya. Tapi molor. Masih alhamdulillah nggak ditinggal tidur di kamar.


Doakan semoga tulisannya nggak keteteran lagi ya!
A Room I Called Home

A Room I Called Home


Home sweet home. Mensyukuri semua hal yang ada dalam kehidupan kita itu memang sangat penting supaya kita lebih bahagia. Melupakan hal-hal yang akan mengganggu kebahagiaan tersebut juga tak kalah pentingnya. Tak banyak yang tahu saya memiliki seorang kakak sulung yang menderita Siblings Rivalry akut. Tidak hanya saudara-saudara saya dan saya sendiri yang mendapatkan dampak negatifnya, kedua orang tua saya juga kebagian rasa iri dan dengki dalam dirinya yang tak kunjung habis. Memang saya tak bisa menyalahkan kakak sulung saya atas semua sikapnya selama ini terhadap semua orang. Semua itu bisa menjadi semakin parah karena pembiaran yang dilakukan selama puluhan tahun. Harusnya dia dirawat di psikiater sejak awal. Sejak gejala pertama muncul 30 tahun lalu. Saat usianya masih kurang dari 1 tahun.

Pembiaran yang berlangsung puluhan tahun membuat dia merasa kejiwaan yang terjadi pada dirinya sendiri itu bukan masalah besar. Bahkan 'normal' menurut pandangan dirinya sendiri. Menyiksa banyak orang di sekitarnya secara psikologis bahkan fisik, saya masih punya satu bekasnya yang tak kunjung hilang sampai sekarang.

Puncak dari semua iri dan dengki yang baginya 'benar' itu membuat saya hilang kesabaran. Saya muak dan capek. Akhirnya saya menyerah mengalah padanya. Terjadilah keributan besar yang berdampak pada semua barang milik saya yang dibelikan ibu saya direbut. Walaupun sekarang Allah mengganti laptop dan sepeda motor tersebut dengan yang lebih baik. Syarat saya waktu itu hanya satu. Dia tidak boleh lagi mengganggu hidup saya jika sudah mengambil semua hal tersebut.

Pertengkaran hebat tersebut membuat saya takut untuk kembali ke rumah kost yang saya tempati sebelumnya. Bahkan saya tak berani masuk ke kost lain sendirian. Saya takut dia akan kembali dan melakukan tindakan yang lebih menakutkan. Membunuh saya. Untungnya, orang-orang di Radio Volare, atasan saya sekeluarga, mau menerima saya di ruangan bawah studio. Di kantor memang jauh lebih aman. Banyak orang dan banyak CCTV. Dia tak mungkin bisa menembus semua itu tanpa ketahuan orang kantor. Saya menerima tawaran dari Bang Jaka dengan senang hati. Selain itu saya bisa menghemat banyak uang dengan tinggal di sana. Air dan listrik gratis. Kamarnya juga gratis. Saya tak peduli ukuran dan keadaannya seperti apa. Selama saya bisa tidur dengan tenang bukan masalah besar buat saya.

Kamar itu, kamar yang sekarang sudah saya tinggalkan dan pindah ke rumah yang suami saya tempati, pernah menjadi 'home sweet home' saya lebih dari setahun. Rumah bagi saya adalah tempat saya bisa berlindung, baik secara fisik maupun jiwa. Mengistirahatkan tubuh dan perasaan yang letih. Saya bersyukur tahun 2010 lalu memutuskan untuk menjadi penyiar di Radio Volare. Di sanalah saya menemukan tempat bernaung yang sangat bersejarah dalam hidup saya. Saat saya sendirian. Bahkan memiliki orang tua dan rasanya yatim piatu, saya menemukan lilin yang menyala dalam kegelapan.


Di kamar itulah saya menulis ribuan postingan buat blog ini. Di kamar itu saya menangis dan tertawa sendirian. Rumahku, kamarku, surgaku.

22 Mei 2014

Rencana Tuhan Selalu Lebih Baik

Rencana Tuhan Selalu Lebih Baik

Mungkin sudah banyak yang memberikan kita semangat dalam hidup ini supaya selalu bisa menerima ketentuan dari Allah. Bahkan kita sendiri sudah tahu tahu itu. Tapi seberapa mampu kita menerima ketentuan tersebut? Menerima sesuatu yang kemudian kita sebut 'rencana Tuhan'?

Dulu sih belum seikhlas sekarang menerima sesuatu. Sekarang setiap ada kejadian yang kurang menyenangkan rasanya mau marah aja. Misalnya smartphone yang kemarin rusak padahal saya kerja pake smartphone. Ternyata dapat banyak job dan langsung bisa beli yang lebih canggih dari yang rusak itu.

Masih banyak kisah 'rencana Tuhan' yang ternyata lebih baik yang telah saya alami. Saking banyaknya tak bisa saya posting di satu postingan.

20 Mei 2014

Menghaluskan Permukaan Kulit Wajah


Banyak orang terutama wanita yang tertarik dengan cara menghaluskan kulit wajah baik secara alami atau secara ilmiah. Mengingat kaum ini lebih mementingkan penampilan terutama wajah dibandingkan dengan kaum pria. Apalagi ketika umur mereka sudah memasuki masa remaja yang di mana kondisi kulit tidak sehalus ketika bayi. Sebenarnya banyak sekali faktor yang membuat kulit wajah menjadi rusak sehingga terlihat kurang menarik.

Berbeda dengan kondisi kulit saat pertama dilahirkan, kulit sangat lembut dan bersih sekali. Seiring dengan bertambahnya usia kondisi kulit mulai berubah bahkan ada yang menjadi sangat rusak. Selain itu banyak sekali permasalahan kulit yang bermunculan seperti jerawat dan komedo. Kedua masalah kulit tersebut yang dapat membuat permukaan kulit menjadi kasar dan tidak rata. Untungnya ada banyak cara untuk mengembalikan kondisi kulit tersebut meskipun tidak sama persis seperti kulit bayi.

Setidaknya beberapa cara yang alami maupun ilmiah ini dapat membantu meratakan kembali permukaan kulit. Biasanya noda bekas jerawat membuat permukaan kulit menjadi tidak rata dan terasa sangat kasar saat disentuh. Selain itu komedo juga membuat permukaan kulit menjadi bergerigi sehingga sangat merusak kelembutannya. Oleh karena itu sebelum anda mencoba mengembalikan kelembutan kulit wajah ada baiknya atasi dulu permasalahan kulit lainnya.


Menghaluskan kulit wajah membutuhkan proses mengingat hasilnya juga tidak akan sama persis dengan kondisi kulit ketika masih bayi. Hanya saja setidaknya kulit anda terlihat lebih lembut dari sebelumnya dan warna kulitnya juga akan lebih cerah. Perawatan kulit ini ada baiknya dilakukan secara rutin karena kondisi kulit wajah yang sangat sensitif sekali. Jika anda sedikit saja lalai dalam membersihkannya pasti tidak lama selalu muncul permasalahan kulit.  

19 Mei 2014

18 Mei 2014

17 Mei 2014

Si Meggi

Si Meggi

Semakin dewasa semakin saya meyakini bahwa tak ada yang namanya benar-benar musibah di dunia ini. Semuanya adalah ujian. Tak semua ujian itu menyenangkan. Banyak juga yang menyebalkan. Ujian yang saya dapatkan adalah rusaknya Lenovo A800 yang telah menghasilkan banyak uang dan barang bagi saya.

Satu di antara barang yang paling mengesankan adalah Si Scoopydoo. Masih ingat dengan sepeda motor hadiah dari LINE itu? Hampir 10 bulan memiliki sepeda motor tersebut dan memang sangat menyenangkan punya sepeda motor baru.
Sistem Lenovo A800 benar-benar crash dan tak bisa ditanggulangi dengan cara sebelumnya. Matikan. Hidupkan. Kalo gagal ulangi lagi beberapa kali. Akhirnya saya menyerah dan memutuskan membeli smartphone dengan kamera yang lebih bagus. Harganya memang hampir tiga kali lipat dari Lenovo A800. Tak mengapa pikir saya. Saya memang membutuhkannya buat kerja.

Jadi sekarang, postingan ini ditulis dengan smartphone baru saya yang saya kasih nama Si Meggi.

16 Mei 2014

8 Hal yang Saya Rindukan di Bulan Ramadhan

8 Hal yang Saya Rindukan di Bulan Ramadhan


Sudah puluhan kali diberikan kesempatan untuk merayakan bulan puasa dan lebaran. Memang sih lebaran menyenangkan. Buat anak-anak yang selalu mendapatkan baju baru saat lebaran tiba, tentunya sangat menantikan bulan Syawal itu datang. Tetapi ketika sekarang perekonomian sudah membaik. Bisa membeli sendiri pakaian yang disenangi, dan lebaran bukanlah hari di mana mendapatkan pakaian baru, ternyata yang saya rindukan sebenarnya adalah bulan Ramadhan. Banyak sekali yang membuat saya rindu dengan bulan Ramadhan yang telah lewat belasan tahun yang lalu. Bulan-bulan yang sudah tak mungkin diulangi.

Mengapa saya membahas bulan Ramadhan? Beserta hal yang saya rindukan di dalamnya? Ini gara-gara Mbak Novi yang tadi mengisi acara Kajian Muslimah dan membahas tentang 15 hal alasan merindukan Ramadhan. Tentu saja itu secara Islam. Kalau saya sih membahasnya dari sisi saya sendiri. Mengapa saya merindukan Ramadhan. Terutama Ramadhan saat saya belum datang bulan. Penting banget tuh bilang saya belum datang bulan saat jaman Kuch Kuch Ho Ta Hai masih booming.

Orang-orang yang sekarang sudah tak mungkin saya temui saat bulan Ramadhan yang sekarang. Saya ingin membagikan 10 hal yang saya rindukan di bulan Ramadhan yang sekarang sudah tak saya rasakan atau alami lagi.

Bangun sahur dengan lagu India alias Bollywood
Yap! Teman-teman tidak salah baca. Saya ingat betul jaman Kuch Kuch Ho Ta Hai booming dan semua anak di kampung saya pada sibuk menghapal lagu yang ada di film tersebut, bahkan kalau diputarkan sekarang saya masih bisa mengikuti liriknya sambil ikut bernyanyi penuh ekspresi. Hahahaha...

Ini sebenarnya penemuan Uwan (nenek) yang paling besar sepanjang hidupnya. Cucunya yang paling susah dibangunkan untuk sahur termasuk juga susah bangun pagi untuk sekolah tapi bisa bangun dengan radio. Jadi berharap saya dulu sekolahnya siang aja biar bisa tidur sampe air liurnya menetes ke mana-mana di bantal yang sudah penuh dengan peta. Tahun-tahun itu adalah tahun-tahun yang paling menyenangkan. Sebab sebulan penuh Uwan tak perlu teriak kencang lagi. Cukup nyalakan radio dan putar ke gelombang Radio Suara Pemangkat, tepat pukul 3 siaran sahurnya itu dibuka dengan lagu Kuch Kuch Ho Ta Hai. Nanti diikuti dengan lagu India lainnya.

Wiih jadi ingat dengan Radio Suara Pemangkat. Nanti saya ceritakan tentang radio yang satu itu. Tak kalah bersejarah dengan kehidupan SMA saya dulu. Hehehe...

Entah mengapa yang saya lakukan pertama ketika lagu tersebut berkumandang adalah mengambil buku dan kertas lagu mencoba mendengarkan liriknya baik-baik. Mencatatnya supaya besok bisa dihapal. Hedeh... jaman dulu banget. Nggak ada internet buat nyari lirik lagu. Sekarang nggak pake yang kayak gitu udah bisa dapat lirik lagu yang diinginkan.

Buka Puasa Bersama
Momen buka puasa bersama keluarga besar di kampung adalah harta karun yang tak akan lagi saya dapatkan sekarang. Aki sudah tak ada. Semua saudara Umak sudah menikah dan tinggal terpisah dengan Uwan. Tinggal Mak Ning dan suaminya saja yang tinggal bersama Uwan. Jadi ingat dengan banyaknya makanan yang tersaji di ruang makan. Kami makan biasanya besaprah. Duduk melantai, makan beramai-ramai biasanya pake tangan. Sekarang saya sendiri pun sudah punya keluarga sendiri. Walaupun masih berdua tapi tetap saja tidak memungkinkan untuk berkumpul seperti dulu lagi. Paling-paling berkumpul saat lebaran tiba. Kangen Aki.

Aki Jadi Imam
Satu hal yang membanggakan buat seorang Rohani Syawaliah kecil adalah Aki (kakek) selalu menjadi imam di masjid dekat rumah. Dulu masjid terbesar di kampung. Senang mendengar suara Aki melantunkan ayat suci Al-Quran. Karena saya jarang salat berjamah di masjid selain di bulan puasa.

Mengantar kue ke tetangga
Hiyaaaaa, ini juga ngangenin banget. Apalagi ingat cinta monyet jaman SD. Ah cowok itu, cowok sekelas yang paling ganteng di sekolah. Rumahnya dekat dengan rumah Uwan. Jadi tinggal jalan 5 langkah dah sampe. Sayang nggak jadian, padahal dah ada lagu dangdutnya kan? Pacar 5 Langkah. *kebanyakan nonton YKS kayaknya ini*

Setahun, 12 bulan, hanya ada satu bulan saya bisa sliweran ke rumahnya setiap hari. Deg-degannya, lirik-lirikannya, senang banget kalo ingat itu. Sampai sekarang masih suka keinget. Walaupun akhirnya nggak pernah bilang perasaan suka saya sama dia. Bahkan sampai sekarang menikah pun tak pernah berusaha menyatakannya. Padahal dalam komik-komik Jepang mah biasa aja kan cewek nembak cowok *oops

Selama bulan puasa Uwan selalu membuat banyak juadah. Satu jenis sih sebenarnya tapi dalam jumlah banyak. Buat dibagi-bagiin ke tetangga. Terus tetangganya ngebales dengan kue buatan mereka. Ah jadi kebayang-bayang dengan kue, buatan emak si cowok yang saya suka jaman SD itu.

Taraweh
Jaman SD, SMP saya masih rajin taraweh bareng teman-teman. Sekarang lebih suka di rumah. Maklum sendirian ke masjid tuh rasanya sepi banget. Ngeliat orang berangkat ke masjid bareng keluarga mereka rasanya kok jadi kesepian. Puasa tahun ini bakalan semangat nih soalnya sudah ada temannya, si suami yang bakal bawa saya ke mana aja buat taraweh. :D

Taraweh itu sukanya bagian minta tanda tangan imam dan petugas masjid lainnya. Sebagai bukti kalau kita rajin taraweh. Apa dapet hadiah ya? Lupa juga sih dapat hadiah atau enggak. Yang jelas kalau malas taraweh dihukum. Malu juga kalau tanda tangan di bukunya nggak penuh.

Masuk Sekolah Agak Siang
Bulan puasa itu, bulan di mana kita bisa berangkat siang dan pulang cepat. Jam pelajaran juga jadi lebih pendek. Banyak libur juga. Soalnya pas mau dekat lebaran akan ada libur lebih panjang dari biasanya.

Belanja Baju Lebaran
Saya tahu harga baju yang dibeli untuk lebaran keluarga kami bukanlah baju yang mahal. Bahkan tak jarang adalah baju obralan. Pedagangnya biasa pake mobil bak terbuka dan keliling kampung saat udah dekat lebaran. Baju-baju yang kurang laku di kota mungkin ya? Pokoknya nggak pernah ngerasain beli baju mahal apalagi sampai beli baju di mall. Tapi baju baru tetap baju baru bagi anak-anak. Mau modelnya kayak gimana, mau kampungan dan lebih jelek dari teman-teman yang lain, tetap aja senang. Soalnya koleksi baju yang lumayan bagusnya nambah. Baju lebaran saya biasanya mirip dengan baju adek saya Desilva paling beda ukuran sama beda warna. Beda dengan kakak yang keberatan kalau samaan baju dengan adik-adiknya.

Bikin Kue Lebaran
Membuat kue lebaran biasanya itu seminggu sebelum lebaran. Pake mixer tradisional yang digerakkan dengan tangan. Wisk ya namanya? Pokoknya yang buat ngadon kue gitu. Terus tempatnya pake tempayan tanah yang bagian atasnya lebar. Uwan yang akan membuat adonannya. Saya biasa bagian membakar kue dengan bakaran tradisional. Oiya di kampung saya jarang yang membuat kue kering, jadi kebanyakan yang tersedia adalah kue basah dan kacang-kacang atau kerupuk gitu di meja. Tamu juga akan dimanjakan dengan besarnya kue yang ada di meja. Kuenya tidak dipotong kecil-kecil seperti di kota. Seloyang akan ditaroh begitu saja di meja dan akan dipotong setiap ada tamu. Ukuran loyangnya juga lebih tinggi dan besar. Rata-rata orang menyediakan lapis.



15 Mei 2014

Eyeliner Favorit



Eyeliner terfavorit saya, kebetulan saya hanya menggunakan eyeliner dari Oriflame beberapa tahun terakhir ini. Eyeliner stylo-nya memang sangat mudah diaplikasikan ke kelopak mata. Apalagi buat teman-teman yang kurang bisa menggunakan eyeliner cair. Walaupun sebenarnya bagi saya hasil terbaik tetap yang cair. Dari Oriflame yang saya suka hasil akhirnya adalahBeuaty Wonder Liner. Namun untuk teman-teman yang takut eyelinernya luntur bisa juga menggunakan Kohl Pencil. Banyak sekali eyeliner pilihan yang ada di Oriflame yang bisa kita aplikasikan ke mata.

Barangkali ada yang beranggapan bahwa eyeliner dari Oriflame terlalu mahal dibandingkan eyeliner yang serupa di pasaran. Buat saya sendiri yang paling penting produk kecantikan tidak menimbulkan efek buruk pada diri kita sendiri dan apalagi sebenarnya produk dari Oriflame masa pemakaiannya lumayan panjang. Selain isinya yang tak cepat habis, khusus eyeliner saya bisa menggunakan satu eyeliner setiap hari dalam waktu satu tahun dan belum habis. Kohl Pencil pun awet, sekarang masih setengah batang dari yang saya miliki tahun lalu.

Kalo di foto yang ada di postingan ini saya menggunakan Beauty Wonder Liner yang menggunakan kuas mirip pene kaligrafi. Jadi ada bagian pipihnya tidak seperti kuas eyeliner cair atau ujung stylo yang bulat dan tajam. Enaknya mengunakan eyeliner Wonder Liner adalah kita tak perlu khawatir kuasnya akan lari ke mana-mana. Karena kuasnya bentuknya tak akan berubah saat diaplikasikan. Dengan mudah disapukan untuk membentuk garis yang kita inginkan.

Saya bukanlah orang yang jago untuk membuat berbagai bentuk garis eyeliner di mata. Saya kebanyakan hanya membuat bentuk yang sekarang ada di gambar postingan ini. Sebab saya suka bentuknya dan tidak terlalu mencolok perhatian, menurut saya. Buat yang tak ingin garis matanya hitam seperti ini bisa juga mengaplikasikan Kohl Pencil di bagian garis akar bulu mata. Sehingga tidak kelihatan seperti menggunakan eyeliner tapi mata tetap kelihatan tajam.