2 Mei 2014

Kalian yang di Masa Depan

Kadang sering berpikir mengenai orang-orang yang hadir setelah 10 tahun atau bahkan 100 tahun kemudian setelah hari ini. Orang yang barangkali memiliki pertalian darah. Bisa juga tidak sama sekali. Tapi kita semua terikat melalui tulisan ini. Orang-orang yang mencari tahu apa yang saya tuliskan pada tanggal hari ini. Kejadian-kejadian kecil yang hanya ada hari ini dan tak akan terulang pada hari lainnya.

Hari ini saya hanya terpercik minyak goreng panas saja seperti biasa saat memasak. Hahaha... odol adalah obat terbaik untuk mendinginkannya. Jari tengah yang kena. Sakit sih... tapi mau gimana lagi sudah kena. Lain kali masak kayaknya harus pake sarung tangan supaya nggak sakit kalo terpercik minyak panas.

Kalian yang di masa depan. Apa yang sekarang terjadi di masa kalian hari ini? Ingin rasanya menembus ruang dan waktu di masa depan. Tapi kehidupan tanpa rasa penasaran tak akan bisa disebut sebuah kehidupan bukan? Tulislah masa kalian yang sekarang di masa depan agar dibaca orang yang ada di masa depan berikutnya.

Tulisan ini 10 atau 100 tahun akan datang hanya menjadi masa lalu...

Mimpi Buruk

Saya tahu tidur sampai jam segini bukan hal yang baik atau menyehatkan. Tapi kalau sedang datang bulan dan siarannya mulai siang saya suka sekali menghabiskan waktu lama di tempat tidur. Antara mimpi dan sadar biasanya. Tak benar-benar tidur. Tapi entah mengapa hari ini saya malah tertidur nyenyak sekali. Sampai bermimpi.

Akhirnya mimpi buruk yang datang. Saya melihat pembunuhan di dalam mimpi saya. Pembunuhan yang sangat sadis. Bagian menyebalkannya adalah saya mengenal dua orang yang menjadi pembunuh itu. Orang yang dibunuh satu di antaranya Ozzy Saputra. Pemain sinetron yang terkenal bareng Kiki Fatmala itu lo di sinetron Si Manis Jembatan Ancol. Aneh banget sih memang.

Darah di mana-mana. Sedemikian banyaknya. Tambah menyebalkan lagi dua orang yang saya kenal ini, dua beradik, ternyata kenalan suami saya juga. Padahal kenyataannya nggak kenal. Untuk sementara ini sih kayaknya nggak kenal mereka. Saya harap benar-benar nggak kenal. Sebab setelah mimpi buruk ini saya jadi semakin tak ingin bertemu keduanya.

Terlalu menakutkan untuk diingat kembali. Namun tetap saja ingin saya tuliskan di sini. Takut sekali saya selama 2 jam bermimpi itu. Dalam mimpi tentu lebih panjang dibandingkan di alam nyata. Entah mengapa saya sulit sekali sadar dari mimpi tersebut. Rasanya terlalu nyata dan menakutkan.

I need coffee deh kayaknya. :(
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design