30 April 2014

Cookie Run Oh Cookie Run

Siapa yang lagi main Cookie Run? Saya sebenarnya berharap memenangkan hadiah pertama dari kontes yang diadakan Cookie Run. Sebuah mobil hadiahnya. Tentu sangat menggiurkan. Suami juga suka dengan mobil itu. Tapi mau beli sendiri sayang duitnya. Mendingan ditabung buat ngehajiin orang tua bukan?

Sampai hari ini nilai tertinggi yang bisa saya capai hanya 3.6jutaan. Tak sampai 4juta. Padahal di leaderboardnya, nilai yang sekarang memimpin 28juta ke atas. Jauh sekali untuk masuk 20 besar. Semoga aja habis ini masuknya ke orang yang beruntung dapetin boneka. Hehehe...
Kamu main juga?

Blogger For Android

Sudah banyak aplikasi blogger for android yang saya gunakan di smartphone saya. Ternyata tetap aplikasi dari blogger yang terbaik. Sebab ada beberapa aplikasi yang cukup menyulitkan buat mengedit postingan yang sudah dipublikasikan. Aplikasinya nutup sendiri. Akhirnya ya balik lagi ke aplikasi yang khusus dari blogger.
Entah bagaimana dengan teman-teman yang lain. Apakah ada teman-teman yang mengalami masalah yang sama?
Saya pernah tuh menggunakan aplikasi blogger buatan orang India, satu postingan bisa diisi banyak gambar melalui aplikasi tersebut. Beda dengan aplikasi blogger yang lain, yang hanya bisa memasukkan satu gambar dalam satu postingan. Termasuk blogger for android dari Blogger ini yang tak memungkinkan untuk mengunggah banyak gambar dalam postingan yang sama.
Tapi pas dicari-cari aplikasi blogger tersebut entah ke mana. Saya pun sudah lupa terakhir menemukannya menggunakan kata kunci apa selain 'blogger for android'. Makanya sekarang yang saya gunakan yang memang dari Blogger. Tak mengapalah hanya bisa memasukkan satu gambar selama tak sulit menggunakannya.
Teman-teman yang pake android pake blogger for android juga?

Garam Buah Pedas Khas Terasi Kalbar

Sejak dulu saya sudah terbiasa makan buah-buahan yang direndam air gula lalu dicocol ke garam buah. Garam buah pedas buatan Umak selalu istimewa. Bubuknya halus, kering dan harum yang bikin saya senang. Sebab tak banyak penjual buah yang diolah dengan air gula seperti itu yang bisa menyediakan garam buah yang halus dan kering.
Pedasnya nikmat sebab menggunakan cabai kering. Terasinya juga menambah aromanya menjadi harum. Supaya halus dan kering campuran garam + terasi + cabainya cukup dioseng saja sampai kering dan halus.
Karena saya membuat garam buahnya lumayan banyak, menggunakan terasi khas Kalimantan Barat, saya bawa sebagian besar ke rumah mertua. Soalnya di sana ada mangga. Jadi sekalian bisa ngerujak mangga ceritanya.
Maklumlah, mertua saya jago masak. Tidak memungkinkan membawakan beliau masakan saya yang sederhana itu. Beda cerita dengan garam buah. Kebanyakan yang tahu resep garam buah itu orang Tionghoa. Nah, ibu mertua kan berdarah Melayu jadi tak pernah membuat garam buah pedas pake terasi begini.
Bedanya garam buah yang saya buat dengan garam buah Umak di kampung adalah cabainya. Supaya lebih pedas saya menggunakan cabai rawit. Kepikiran juga soal membuat oleh-oleh Kalimantan Barat berbentuk garam buah berterasi buatan lokal. Selain meningkatkan nilai jual terasi lokal saya pikir garam buah juga sesuatu yang cukup menarik.
Pecinta buah yang agak asam manis pasti membutuhkan garam buah semacam ini. Membuatnya juga mudah menggunakan terasi kering bubuk yang dijual di pusat oleh-oleh Kalimantan Barat. Jadi tak butuh lama buat mengosengnya. Sebab tidak mengandung air.
Kamu suka garam buah juga?
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design