29 Maret 2014

Mencari Lagu yang Tepat?

Menulis fiksi sebenarnya gampang. Satu hal yang paling sulit adalah menemukan lagu yang tepat atau menemukan deadline yang membuat kita harus segera menyelesaikannya. Atau menulis bagai air yang mengalir dari gunung ke bawah. Ngalir deras bagai air terjun. Sewaktu dulu saya memang hanya menulis fiksi. Beda dengan sekarang yang sudah banyak menulis postingan bukan fiksi buat blog. Namanya juga sudah beda visi dan misi ya. Apalagi blog ini adalah harta warisan yang akan saya tinggalkan buat keluarga saya nantinya. Sebagai kenang-kenanga.

Kalau dulu menulis masih menggunakan buku tulis dan pulpen yang kadang gampang sekali buat macet. Sekarang sih enak ya menulis pake PC. Tak perlu tipe-x apalagi corat-coret kertas. Tak akan ada lagi pulpen yang macet.

Setelah ngeblog sekian lama, akhirnya saya sadar bahwa lebih gampang menuliskan sesuatu yang memang terjadi di dalam kehidupan kita dibandingkan menuliskan imajinasi kita. Walaupun kadang ada emosi yang membuncah di dalam setiap fiksi yang menghidupkannya kemudian membuatnya selesai. Mengingat beberapa cerbung yang memang mudah sekali saya selesaikan. Ada juga yang mandek hingga sekarang. Egois memang, saya mendahulukan tulisan komersil atau bahan renungan buat diri sendiri dibandingkan melanjutkan fiksi yang bukan untuk diperlombakan.

Beda cerita saat saya sedang mengikuti sebuah lomba yang deadlinenya mepet. Biasanya ide mengalir dengan sangat deras sampai jemari saya kesulitan mengikuti kecepatan imajinasi tersebut. Kalau sudah begitu saya lebih suka mengambil kertas dan melanjutkan imajinasinya menggunakan pulpen. Sebab mengetik saya tak selancar menulis cakar ayam di kertas.


Bisa jadi juga kadang ada lagu yang membuat saya lancar menuangkan ide dalam bentuk tulisan. Inilah yang harus saya pahami tentang diri saya untuk menulis fiksi menggunakan lagu yang benar. Lagu yang bisa menggali imajinasi tersebut lebih dalam lagi. Sehingga ceritanya menjadi utuh dan berakhir. Sayang kalau ceritanya hanya menggantung bukan?

Mengoprek Ubuntu

Keren amat istilahnya. Sudah macam mahir saja Honeylizious ini. Sebenarnya saya tidak begitu mahir mengoprek Ubuntu. Saya hanya bisa menggunakannya. Sesuai dengan kebutuhan saya, saya pake Chromium, LibreOffice, dan VLC. Tiga aplikasi tersebut yang paling sering saya gunakan untuk kerja menggunakan komputer. Memang sih saya hanya menulis di blog, bersosial media, hahahihi sejenak membaca postingan orang, lalu dengar lagu sambil nulis. Tak banyak yang saya lakukan di komputer.

Jadi saya tak benar-benar mengoprek Ubuntu sih. Walaupun ingin sekali bisa kayak orang lain yang jago menggunakan terminal. Keren aja gitu kelihatannya saat bisa menghapal kode buat terminal. Install apa pun tinggal gunakan terminal. Sedangkan saya paling sering menggunakan Ubuntu Software Center. Semacam 'playstore' buat Ubuntu. Banyak aplikasi yang tersedia di sana. Ada aplikasi yang berbayar dan gratis.

Kebetulan yang saya butuhkan aplikasi yang gratis. Jadi tak ada satu pun aplikasi berbayar yang saya gunakan di komputer ini. Kalau teman-teman Honeylizious ingin bertanya soal membeli aplikasi di Ubuntu Software Center yang berbayar, jujur saya belum punya pengalaman sama sekali.

Ubuntu 12.04 yang sekarang sih alhamdulillah nggak pernah ada crash gitu. Nggak pernah minta kirim report lagi. Sudah nyaman menggunakannya walaupun sebenarnya ada versi terbaru lagi dari Ubuntu. Ada yang sudah menggunakan Ubuntu 13.04. Kebetulan Ubuntu versi yang saya gunakan sekarang sudah cukup memenuhi kebutuhan kerja saya. Makanya saya tak berniat untuk upgrade Ubuntunya ke versi yang lain. Paling yang saya lakukan hanya update. Walaupun ini bukan versi Ubuntu terbaru, lumayan update-annya masih ada dan sering. Kadang 2-3 hari ada satu kali update.

Koneksi internet yang memang tak pernah lepas dari PC membuat updatenya gampang dijalankan sih. Sambil kerja, sambil update. Untungnya pake koneksi yang mumpuni jadi update Ubuntunya tak bermasalah.

Ada beberapa aplikasi yag sebelumnya tak saya gunakan sewaktu pertama kali menggunakan Ubuntu di notebook saya install di PC sekarang. Itung-itung mau belajar menggunakannya. Walaupun sebenarnya kalau sudah di depan PC yang saya lakukan adalah menyelesaikan deadline. Alhamdulillah job selalu ada. Dapur selalu ngepul. Ah postingannya ngelantur ke mana-mana.


Intinya I love Ubuntu.
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design