9 Maret 2014

Lampu Rambu-Rambu


Hujan turun semua pengendara terburu-buru
Kupikir aku yang keliru berhenti saat melihat lampu
Merah sebagai tanda meminta menunggu
Hanya tinggal aku
Pengendara lain terus berlalu
Bersabar menanti hijaunya lampu


Puisi ini adalah yang ada di dalam kepala saya saat mengendarai sepeda motor sepulang siaran tadi. Hujan melanda Pontianak dan rasanya tahun 2014 ini adalah tahun saya tak akan mengeluh dengan hujan yang turun. Namun saya memang jarang melewati simpang empat Jalan Dr. Wahidin sendirian. Biasanya bersama suami. Hari ini, tadi sore saya sendirian melewatinya.

Saya bingung. Semua kendaraan dari semua arah tiba-tiba melaju begitu saja. Saya yang melihat penanda lampu merah tertahan di Jalan Dr. Sutomo. Merah. Berkali-kali saya menatap pun lampunya merah. Tapi saya tak bisa menebak jalur mana yang lampunya hijau sebab empat jalur yang saya lihat banyak kendaraannya yang tetap jalan. Saling mendahului. Termasuk kendaraan yang searah dengan saya. Mereka terus saja jalan.

Hingga akhirnya lampu merah yang membuat saya menghentikan kendaraan berubah menjadi hijau. Saya melanjutkan perjalanan kembali. Berarti saya tidak keliru. Orang lain yang menerabas lampu merah. Tak mengikuti aturan. Padahal aturan dibuat untuk kita juga. Kita yang dapat manfaatnya.
Padahal tadinya saya pikir saya yang keliru karena memilih berhenti. Tak dapat dibayangkan jika saat saya menerabas lampu merah ada yang menabrak saya karena jalurnya sedang lampu hijau.
Gara-gara hujan semakin banyak yang menerabas. Sebab hari cerah pun ada yang tak patuh dengan rambu-rambu lalu lintas. Apalagi hujan. Sayangnya apa yang mereka hindari tidak akan melukai mereka. Benda yang jatuh dari langit itu air bukan pisau.

Tak terbayangkan jika gara-gara menghindari hujan malah terjadi kecelakaan. Paling tidak lecet yang akan diderita para korban.

Intinya sih sebenarnya apa sih susahnya mematuhi rambu-rambu lalu-lintas? Demi keselamatan kita juga kok. Bukan demi orang lain saja yang mungkin kita bahayakan dengan tindakan kita.

They Call Me Madu (Honey)

Swap Blog hampir berakhir. Tak terasa ya. Tinggal satu tema lagi yang belum dipublikasikan. Sempat terseok-seok. Barangkali karena saya lebih banyak menyelesaikan tulisan yang lain dibandingkan menyelesaikan utang menulis di blog teman. Sekarang sih tinggal satu kali lagi. Tapi bukan di blog orang. Sebab saya sudah menulis tujuh kali di blog berbeda. Saya tak tahu apakah yang terakhir ini masing-masing akan mengisi blognya atau bagaimana. Sebab kembali ke orang yang bertugas untuk melempar tema dan ketentuannya.

Satu hal yang akhirnya melekat hingga sekarang adalah banyak di antara teman-teman Swap Blog yang memanggil saya madu. Terutama 4 jejaka Swap Blog. Waktu memulainya pertama masih saling memanggil dengan nama panggilan biasa. Lama-lama ada panggilan 'sayang' di antara kami semua.

Dari banyak orang di dunia ini, merekalah yang akan memanggil saya 'Madu'. So sweet terdengarnya. The Big Blog Exchange yang pernah mengecewakan kami sebelumnya ternyata membuat kami bersatu untuk membuat 'pertukaran' blog sesama kami. Walaupun tidak bertukar posisi masing-masing. Lagipula masih sama-sama di Indonesia dan acara ini tanpa sponsor. Hanya kegiatan yang kami lakukan bersama-sama.

Satu kali lagi maka Swap Blog pertama pun selesai.

Panggilan 'Madu' itu masih melekat hingga sekarang. Entah kapan kami semua akan bertemu muka dan benar-benar mengobrol di dunia nyata. Sebab selama ini yang kami lakukan hanya saling mengomentari postingan di blog masing-masing atau status facebook yang ditulis dan saling menandai.

Semoga Swap Blog berikutnya akan lebih menantang dan menarik lagi. Sekarang sudah mulai agak tenang karena 'arisan ngeblog' kayak gini kadang ngebuat saya ngerasa punya utang kalau tulisannya belum diselesaikan dan menunggu-nunggu tulisan berikutnya temanya apa. Dari banyak lomba ngeblog Swap blog ini memang yang paling lama. Sebab dimulai dari tahun 2013. Sudah 8 bulan. Satu tema lagi genaplah 9 bulan diadakannya. Delapan blog seharusnya membutuhkan waktu 8 bulan saja. Namun ternyata kami membutuhkan tambahan waktu dan tenaga untuk menyelesaikannya.


Hehehe...
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design