21 Desember 2014

Sebuah BUMN Melarang Pegawainya Kenakan Jilbab Syar'i?

Beberapa hari terakhir ini kita pasti liat tuh banyak yang share mengenai ini di sosial media. Ah ternyata memang benar adanya bahwa mulut manusia di dunia ini memang sedemikian panjangnya. Berita ini benar tidaknya tersampaikan ke mana-mana. Tulisan ini sih tidak akan membahas soal berita tersebut hoax atau bukan sebab kalau ditelusuri dengan mendalam kita tentu akan menemukan benang merahnya. Ini sosial media Bung! Kita tak tahu lagi mana fakta dan bukan.

Mengapa?

Media profesional saja sudah tak jelas lagi mana yang bisa dipercaya. Saya sendiri sudah tak berminat membaca headline news. Lebih suka baca-baca berita unik, setidaknya lebih menghibur dari dongeng-dongeng politik negeri ini. Di televisi saja saya lebih suka tahu berita tentang kecelakaan atau pembunuhan yang entah siapa korban dan pelakunya. Saya rasa berita yang seperti itu lebih jelas kebenarannya.

Mengerikan!

Itu yang saya rasakan ketika ada berita bombastis seperti pemberitaan soal pegawai di sebuah BUMN dilarang mengenakan jilbab syar'i, jilbab yang sesuai dengan aturan agama Islam. Apakah berita itu diplintir? Apakah ada yang membombastiskannya? Siapa fitnah siapa? Entahlah...

Hanya Tuhan, wartawan, dan yang menyebarkan foto tersebut untuk pertama kalinya yang tahu. Sebagai orang yang tak berniat jadi pegawai lembaga mana pun saya hanya bisa banyak-banyak bersyukur karena tak akan ada yang mengatur cara saya berpakaian bahkan sampai cara saya berpikir. Hanya suami yang akan melakukan hal tersebut.

Sekarang jadi berpikir puluhan kali hanya sekadar untuk menekan tombol 'share'. Takutnya berita tersebut diragukan kebenarannya. Jika tak ada yang bisa mempertanggungjawabkan kebenarannya berarti kita sudah ikut menyebarluaskannya dan kecipratan dosa juga kalau ternyata berita tersebut bohong.

Ngeri...

@honeylizious

Followers