16 Desember 2014

Buncit, Bunciter, and Buncitest


Beberapa waktu lalu saya tak begitu menyadari bagian perut saya yang membuncit. Sedikit sih. Hingga akhirnya setelah sekarang kehamilan ini berusia sekitar 5 bulan kurang lebih-nya, perut saya sudah berada pada bagian bunciter. Lebih buncit dari sebelumnya. Banyak kemeja yang biasanya saya kenakan untuk kuliah sudah tak muat lagi. Padahal selama ini saya tak memiliki masalah dengan ukuran pakaian. Bisa dikatakan saya bisa mengenakan kemeja yang sama untuk beberapa tahun berikutnya. Sekarang? Jangan ditanya.

Pakaian, atasan dan bawahan, yang baru beberapa minggu saya beli sudah tak muat lagi. Maklumlah beberapa di antaranya saya beli ketika saya belum tahu mengenai kehamilan ini. Bahkan waktu teman sekelas saya bertanya soal anak saya dengan yakin bilang ‘saya belum hamil’ padahal ternyata sebelum saya lulus tes masuk ABA, saya sudah ‘berisi’. Sebab memang tanda-tanda kehamilan tak begitu terlihat waktu itu. Tak seperti orang lain yang mengalami anemia parah atau muntah-muntah yang berlebihan, saya bisa beraktivitas seperti biasanya.

Satu-satunya hal yang berubah adalah mengenai jam tidur. Saya butuh tidur lebih banyak sekarang. Jadi setiap pulang kuliah saya selalu tidur siang. Padahal biasanya saya susah untuk melakukan itu. Sekarang? Jangan ditanya. Saya bisa terlelap sampai sore kalau tidak dibangunkan suami. Mudah sekali mengantuk saat siang hari dan kesulitan bangun pagi. Mengenai muntah-muntah atau mengidam, saya sempat sih muntah beberapa kali yang saya pikir hanya masuk angin. Mengidamnya juga tak begitu aneh. Saya suka makan buah-buahan yang sedikit asam. Cukup ampuh untuk menghilangkan mual.

Kesulitan makan juga tak saya alami sebab saya sekarang nafsu makannya meningkat beberapa kali lipat dan saya bisa makan berkali-kali dalam satu hari. Cuma memang tidak bisa langsung banyak, sebab saya bisa muntah kalau perut kepenuhan. Seakan-akan si bayi mendorongnya keluar dari lambung saya.

Beberapa bulan lagi saya akan berada pada fase buncitest yang membuat perut saya akan lebih terlihat sebagai perut orang hamil yang menurut suami saya adalah suami saya sebagai bentuk keseksian tertinggi seorang perempuan. Itu sudah cukup membuat saya sadar bahwa saya tidak perlu takut dengan segala perubahan selama kehamilan ini sebab suami ternyata suka dengan perempuan yang sedang hamil. Semakin buncit perutnya semakin seksi, katanya sih.

Sejak sebelum hamil dia selalu mengatakan yang demikian. Barangkali supaya saya mau hamil kali ya? Entahlah. Hahahaha...

@honeylizious

Followers