Langsung ke konten utama

Membayar Hutang

Ternyata minggu ini adalah minggu terberat dari banyak aktivitas yang saya lakukan. Rhinitis yang melanda membuat saya lebih banyak istirahat di rumah dan melupakan sejenak kewajiban mengisi blog ini. Beberapa hari tak ada tulisan yang terisi. Sudah saatnya membayar semua hutang itu walaupun entah apa yang harus dituliskan di blog ini. Kadang hal-hal yang kita anggap tak begitu penting barangkali bisa menjadi bermanfaat buat orang lain.

Curhatan pun bisa menyenangkan untuk dituliskan selama itu isinya bukan hanya keluhan ya? Malu rasanya kalau harus mengeluh terus di dalam hidup ini padahal sedemikian banyak kebahagiaan yang diterima dan sedemikian besar kasih sayang Allah yang tiada duanya.

Oiya saya sepertinya makin gendut dan makin banyak makan. Tapi nggak juga gendut-gendut banget sih sebenarnya. Alhamdulillah tak banyak keluhan selama kehamilan ini selain saya harus memperhatikan benar obat yang boleh saya minum dan tidak. Saya juga tidak terlalu banyak duduk di depan komputer. Jadi dapat dipastikan sekarang saya ngeblog menggunakan smartphone. Cukup menyenangkan sih walaupun lebih lambat menulisnya dibandingkan menggunakan PC. Maklum keyboardnya lebih kecil dan hanya menggunakan dua jempol saat mengetiknya. Beberapa kali typo dan harus memperbaikinya sebelum melanjutkan tulisan ini.

Namun saya pikir saya tak ingin terlalu lama berhutang dengan blog ini. Padahal sebelumnya saya selalu menyiapkan tulisan terjadwal untuk menjaga masa-masa sibuk sampai tak sempat mengisinya. Dari banyak hal yang membuat saya bisa kalah untuk menulis ternyata bukan writer's block atau kekurangan waktu melainkan saat hamil yang berawal mual dan mengantuk sepanjang waktu membuat blog ini sedikit terlupakan.

Sebentar lagi masuk trimester kedua dan sekarang sudah tidak sedemikian mabok lagi dengan kehamilan ini. Tak dapat saya bayangkan penderitaan ibu saya yang harus mengajar selama hamil. Saya yang sambil kuliah aja rasanya berat banget. Harapan saya sekarang hanyalah dia bisa lahir saat libur kuliah sehingga saya tak perlu ambil cuti.
Ada yang sedang hamil juga, blogger?

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs