14 November 2014

Kangen Ikan Lumek (Ikan Keladi)

Warnanya putih agak bening dengan aksen merah muda. Giginya tajam. Setiap akan memasaknya orang membersihkannya dengan cara memotong sedikit bagian leher atas dan menarik isi perutnya menggunakan kepala. Lalu potong-potong dan cuci. Ikan ini sulit untuk digoreng tanpa tepung karena sangat gampang hancur. Jadi memasaknya sebagai masakan berkuah jauh lebih baik. Apalagi jika dimasak dengan bumbu sop.

Ikan lumek masak sop adalah yang paling saya sukai. Ketika saya menanyakan tentang ikan ini pada kakak-kakak ipar saya, mereka menyebutnya ikan keladi. Di kampung saya mengenalnya ikan lumek karena tulangnya yang lembut. Lumek artinya lembut. Dari banyak ikan ini akan yang sangat unik dengan tulang lunaknya. Jadi kita tak perlu takut ketulangan atau ada tulang yang nyangkut di tenggorokan saat makan ikan ini. Tulangnya sama sekali tidak tajam.

Sudah lama sekali tidak makan ikan ini. Ikan ini ikan yang sangat murah di pasar. Itu mungkin sebabnya banyak orang tidak mencari ikan ini. Berat ikannya tapi murah harganya. Tentunya nelayan ingin dapat uang banyak dari hasil tangkapannya dan ikan ini bukanlah ikan yang mendatangkan banyak uang.

Kangen. Kangen berat sama ikan ini. Mengingatkan saya tentang banyak hal. Tentang ikan yang harus saya masak sendiri karena ibu saya tidak suka dengan ikan lumek. Menikmatinya sendiri. Saya ingat betul harga sekilonya waktu dulu pertama saya membelinya. Hanya 2.000. Murah bukan?

Di Pontianak ternyata cukup sulit menemukan ikan ini dibanding di kampung saya di Jawai Selatan sana. Dulu waktu masih menjaga warung kelontong Sudi Mampir milik Koh Ah Sin, hampir setiap hari saya membeli ikan ini buat dia. Dia memang suka sekali makan ikan lumek saat malam-malam sebelum tidur. Setelah dia menutup tokonya.

Rindu sekali dengan semua makanan yang biasa saya makan di kampung. Bagaimana denganmu yang sekarang jauh dari kampung apakah punya kerinduan terhadap makanan yang ada di tanah kelahiran?

@honeylizious

Followers