26 Oktober 2014

Pelajaran Kehidupan (2)

Dibenci orang memang tidak menyenangkan. Pada awal-awal mungkin kita akan memikirkannya terus-menerus. ‘Bercermin’ dan mencoba menggali salahnya di mana sampai ada yang membenci kita sedemikian rupa. Sebenarnya semakin banyak orang yang mengenal kita tentu saja di antara mereka akan ada yang tidak menyukai kita. Selama bukan satu dunia membenci kita berarti masalahnya bukan pada diri kita sepenuhnya. Di dunia ini kita akan bertemu dengan beragam manusia. Banyak sekali orang dengan tingkah polahnya. Kita tak bisa mengatur semua orang untuk menyukai kita.

Apabila ada di antara teman-teman yang menghadapi orang yang tak menyukai apa yang teman-teman lakukan atau miliki, sebenarnya tak perlu repot memikirkannya. Karena untuk bahagia kita harus melupakan tentang apa saja yang orang lain pikirkan tentang kita. Saya sudah pernah mengalami masa itu dan ternyata sangat melelahkan mencoba membuktikan pada orang yang tak menyukai kita bahwa kita tak seperti yang dia anggap selama ini. Tak bisa. Karena sekali saja seseorang tak menyukai kita, selamanya dia akan seperti itu. Jangan habiskan waktu untuk membuktikan sesuatu yang tak akan pernah dia terima.

Itu yang saya pahami.

Pada akhirnya, lama-kelamaan kita akan terbiasa dengan orang-orang yang berusaha menjatuhkan kita dengan segala cara dan selama kita tak tersentuh oleh tangannya, saya pikir dia bukanlah orang yang perlu kita cemaskan. Hidup itu untuk berbahagia. Lakukan hal yang menyenangkan di dunia ini. Saya sendiri kayaknya bakalan seneng banget bisa nuliskan postingan ini sambil menikmati semangkuk kangkung. Ah akhir-akhir ini saya suka sekali dengan sayuran hijau yang ditumis. Terutama kangkung. Walaupun sejak kecil saya memang suka sekali dengan kangkung.

Ngelantur ya?

Maaf salah fokus perut lapar begini. Ya sudahlah, saya kira saya lebih baik makan daripada kelaparan sambil menulis. Nggak konsen juga. Selamat beristirahat ya teman-teman. Udah malem nih, jangan begadang ya!

 

@honeylizious

Followers