11 Oktober 2014

Membuat BPJS


Beberapa hari ini akhirnya saya mencari-cari tahu bagaimana caranya membuat JKN BPJS. Soalnya sekarang sudah tidak lagi terlindungi oleh Askes milik Umak yang sempat saya cicipi sampai operasi payudara kiri 6 tahun yang lalu. Selama 6 tahun setelah operasi tersebut memang saya tidak pernah lagi menderita penyakit yang mengkhawatirkan dan membuat saya dioperasi seperti kemarin sehingga setiap kali sakit dan dirawat saya terhitung sebagai pasien umum. Sekarang setelah ada JKN BPJS saya pikir tak ada salahnya juga nih punya. Kalau pun selalu dikasih kesehatan anggap saja setiap bulan kita bersedekah.

Sebelumnya informasi mengenai pendaftaran online BPJS saya dapatkan melalui BBM. Itu adalah satu-satunya broadcast yang sangat bermanfaat bagi saya. Selama ini saya suka marah kalau ada yang suka BC nggak jelas gitu. Setelah membuka formulir onlinenya saya merasa agak ribet juga nih karena kok loading halamannya agak lambat. Jadinya saya putuskan untuk langsung datang ke kantor BPJS terdekat. Sebenarnya sih tidak begitu sulit cara mendaftarnya. Cukup isi formulir lalu dapat nomor virtual account untuk membayar dan kita tinggal berikan bukti pembayaran di kantor BPJS tempat kita mendaftar dan kartu akan dicetak.

Pembayaran selanjutnya bisa dilakukan melalui virtual account tersebut.

Beberapa masalah yang cukup menyebalkan sebenarnya adalah karena begitu kita masuk ke kantor BPJS kita tidak akan menemukan informasi yang jelas cara mendaftarnya. Langkah-langkah yang akan dilalui peserta adalah mengambil nomor antrian, mengisi formulir pendaftaran, dan menunggu dipanggil petugas. Mengenai formulir pendaftaran, saya sendiri harus menunggu satpam memberikannya karena formulirnya tidak disediakan di tempat yang jelas seperti kita akan menabung di bank yang menyediakan banyak sekali formulir. Seharusnya di setiap kantor BPJS menyediakan tempat pengisian seperti di bank atau kantor pos sehingga peserta tidak kebingungan. Saya sendiri sempat duduk dengan bingung. Apa nunggu saja atau ada yang harus diisi?

Berkas yang harus dibawa untuk pendaftaran BPJS foto 3x4 1 lembar, fotokopi identitas diri 1 lembar, fotokopi KK 1 lembar, dan fotokopi buku nikah 1 lembar. Oiya, satu formulir bisa digunakan untuk satu kepala keluarga, satu istri, dan tiga orang anak. Jadi tidak perlu menyediakan banyak formulir. Setelah selesai mengisi formulir pendaftaran BPJS kita bisa menunggu dengan tenang di kursi tunggu. Nanti petugas pendaftaran akan menerima semua berkas dan memberikan 3 virtual account yang bisa kita gunakan untuk pembayaran. Tiga virtual account tersebut dari BRI, BNI, dan Bank Mandiri. Saya pertama mencoba melakukan pembayaran melalui Bank Mandiri namun berkali-kali gagal. Ternyata saya yang keliru mengisi jumlah bulan yang harus saya pilih.

Saat kita ingin melakukan pembayaran melalui ATM ke virtual account yang harus kita pilih adalah bayar atau pembayaran bukan transfer. Setelah itu cari bagian JKN BPJS, apabila di layar pertama tidak ada kita bisa memilih layar berikutnya sampai ada bagian JKN BPJS. Lalu masukkan nomor virtual accountnya. Kemudian yang muncul berikutnya adalah 'jumlah bulan yang akan dibayar', maksudnya ternyata bukan jumlah uang pembayaran melainkan kita mau bayar berapa bulan. Lebih mudah adalah dengan mengisinya menggunakan angka '01', di BNI jauh lebih jelas tadi buat saya. Jadi saya meninggalkan ATM mandiri dan pindah ke BNI untuk melakukan pembayaran ini. Selanjutnya jauh lebih mudah.

Simpan bukti pembayaran, bawa ke kantor BPJS untuk pencetakan kartu BPJS. Untuk pembayaran selanjutnya kita cukup bayar menggunakan virtual account tersebut. Tak perlu antri di kantor BPJS lagi. Pembayaran paling lambat tanggal 10 setiap bulannya.

Beberapa hal yang membuat repot tadi adalah informasi yang minim, petugas yang tidak terlalu merespon calon peserta, satpam juga kurang menjelaskan caranya seperti apa, di kantor juga tidak ada selebaran yang bisa dibaca calon peserta supaya tidak kebingungan, apalagi di kantor BPJS Pontianak tidak ada ATM, kami harus pergi beberapa ratus meter dari kantor tersebut untuk melakukan pembayaran.

Mengapa di kantor BPJS tidak ada pelayanan semacam kasir supaya peserta BPJS tidak perlu bolak-balik dari kantor BPJS lalu ke bank hanya untuk melakukan pembayaran? Padahal dengan internet banking harusnya bisa atau setidaknya disediakan aplikasi pembayaran khusus ke petugasnya langsung. Kalaupun tidak ada kasir di kantor BPJS bukannya bisa merangkul 3 bank yang sudah terintegrasi dengan BPJS untuk menyediakan mesin ATM di area kantor BPJS?

Kayaknya boleh jadi lahan usaha baru nih, loket pembayaran BPJS di rumah. Hehehehe... 

@honeylizious

Followers