17 Oktober 2014

Komputernya Rusak Lagi


Komputer yang saya sayangi ini akhirnya rusak lagi. Tapi memang bisa dibetulkan. Saya juga yakin kerusakannya ini tidak akan memakan biaya yang berjuta-juta. Saya akhirnya diberi saran untuk menambah harddisk satu keping lagi di dalam PC ini sehingga saya bisa menyelesaikan berbagai pekerjaan tanpa masalah yang besar. Awalnya sih saya sudah hampir menyerah untuk menginstall ulang saja komputer ini dan membiarkan semua datanya menghilang begitu saja. Ada 30GB file yang saya sendiri tak bisa mengingat apa saja itu. Sepertinya penting. Jadi daripada harus kehilangan itu semua saya ambil pilihan kedua yaitu dengan menambah harddisk lagi untuk menginstall OS kedua di PC ini.

Memang sedikit menyulitkan orang di bagian servis ya menggunakan Ubuntu. Tukang servisnya bilang dia baru menemukan Ubuntu di PC saya. Selama ini dia hanya tahu Windows. Memang sih Windows adalah OS yang paling banyak digunakan oleh orang. Padahal saya sangat menyukai Ubuntu yang saya miliki. Tapi entah mengapa setiap kali saya ngeprint melalui Ubuntu warna hitam dari printer tersebut tak mau keluar. Sudah cari beberapa solusi. Sebal sih sebenarnya. Saat dibutuhkan malah rusak. Belum lagi banyak yang mau nitip ngeprint saat banyak tugas kuliah begini.

Karena saya butuh komputer ini bisa digunakan buat ngeblog dan ngeprint ya mau tak mau saya menyerah pada ketidaktahuan tukang servisnya yang hanya bisa menginstallkan windows sebagai OS yang bisa saya gunakan untuk ngeprint dan tidak menghilangkan Ubuntu di harddisk sebelumnya. Jadi di dalam PC saya ini ada dua OS yang dipisahkan oleh harddisk. Seandainya saja Ubuntunya tidak ada masalah soal ngeprint barangkali saya tidak butuh Windows sama sekali. Windows saya pertahankan hanya karena suami saya yang suka main game di Windows. Tapi gara-gara itu Windows yang saya biarkan ada di harddisk tersebut kemasukan virus. Hanya gara-gara sesuatu yang tak mendatangkan penghasilan atau manfaat lainnya selain buang-buang waktu saya harus merelakan beberapa ratus ribu untuk membeli harddisk baru dan membayar biaya install.

Sepertinya mulai sekarang saya tidak mengizinkan siapa pun menggunakan komputer ini dengan flash disk yang dibawanya. Kalau mau pake jangan colokin apa-apa. Itu yang saya pikirkan setiap kali mengingat kerusakannya. Apalagi saya butuh komputer ini untuk bekerja. Walaupun smartphone saya cukup nyaman untuk digunakan mengetik postingan tapi saya tidak yakin bisa membuat puluhan postingan sehari menggunakan smartphone. Beda dengan keyboard yang saya gunakan di PC ini. Mau saya banting kayak gimana pun keyboardnya baik-baik saja. Saya bisa mengetik lebih cepat menggunakan keyboard ini.

Tahu komputer ini rusak saya ngomel sejadi-jadinya. Kesal bercampur marah karena tak bisa menyelesaikan banyak hal untuk kerjaan saya. Bahkan saya tak sempat menyelesaikan postingan terjadwal supaya blog ini tak keteteran postingannya. Apalagi yang merusaknya bukan untuk kepentingan saya. Itu bagian paling menyebalkannya. Sekarang komputernya sudah normal kembali dan sudah lancar digunakan. Tapi tentu saja tak ada seorang pun yang boleh sembarangan menggunakannya selain saya. Hahahahaha....



 

@honeylizious

Followers