27 September 2014

Pentingnya Menulis Cepat


Ternyata bisa menulis saja itu kadang belum cukup untuk memenuhi tuntutan kerja, apalagi kalau punya kegiatan seabrek yang menyita waktu. Sebagai seorang perempuan yang sudah menikah memang banyak hal yang membuat saya harus merelakan waktu menulis saya berkurang. Tapi deadline tulisan suka gila-gilaan dan saya harus menulis dengan sangat cepat untuk menyelesaikan semuanya. Untungnya saya sudah melatih diri tahun lalu mengenai hal ini. Memang sih sekarang saya tak menulis ampai 12 postingan lagi setiap hari. Namun setidaknya dengan terbiasa menulis sebanyak itu setiap hari Desember 2013, sekarang dituntut menulis 6-10 tulisan sehari tak begitu memberatkan.

Saya ingat betul beberapa tahun lalu, saya hanya seorang mahasiswa yang berasal dari kampung dan mengetik satu halaman saja menghabiskan waktu tiga jam. Berantakan pula. Kesalahan pengetikan di mana-mana. Menyebalkan sekali waktu itu. Hingga akhirnya saat saya sudah punya laptop sendiri tahun 2007 segalanya berubah. Pelan tapi pasti saya mulai bisa mengetik. Terbiasa menarikan jemari saya di atas papan ketik. Sekarang kecepatan mengetik saya lumayanlah.

Buat siapa pun di luar sana yang punya hobi yang sama dengan saya. Suka menulis. Tak ada salahnya untuk latihan mengetik dengan cepat. Menuliskan ide-ide dengan terampil di papan ketik. Sehingga ketika suatu hari dituntut untuk menyelesaikan tulisan dalam waktu yang pendek tak mengalami banyak masalah. Apalagi sekarang banyak sekali lomba menulis yang akan membuat kita terkejar sana-sini untuk menyelesaikannya.

Untungnya suami adalah orang yang sangat pengertian. Saya hanya mengalami mandek berpikir kalau lapar. Sisanya masih bisa diatasi dengan baik. Sekarang saya juga harus menulis dengan cepat. Mau bagus atau tidak tulisannya tak menjadi soal. Toh pada akhirnya, semua hanya soal selera pembaca. Bisa jadi menurut pembaca yang suka dengan tulisan ini akan mengatakan betapa bagusnya hasil ketikan saya. Berbeda dengan orang yang memang tidak suka. Mau sebagus apa pun saya menulis, dia tetap akan mengatakan tulisan saya jelek. Jelek sekali malahan. Jadi kalau ada yang menghina tulisanmu jelek, jangan langsung kecewa. Bisa jadi tulisan kamu tak sesuai dengan selera dia.

Bukan masalah yang besar kalau ada yang suka dan tak suka dengan tulisan kita. Paling penting kita bisa terus menulis bukan? Bersyukurlah kalau kita punya tangan dan jemari yang lengkap buat digunakan menulis di blog atau buku. Toh banyak juga orang yang tangannya hanya satu atau jemarinya tidak sebanyak yang kita punya masih mau menulis. Bahkan bisa menjadi penulis kenamaan. Di mana letak rasa syukur kita kalau kita masih mengeluhkan tentang 'tulisanku kok dibilang jelek ya?'. Kalau sudah sering dikatai seperti itu, lama-lama kita akan kebal kok.

Berbahagialah.... 

@honeylizious

Followers