26 September 2014

Kalo Dia Janda, Emang Kenapa Sih?


Pernah nggak sih ketemu orang yang dengan seenaknya melabeli seorang perempuan dengan kata 'janda'. Kalaupun dia memang janda terus kenapa? Ada yang salah ya dengan menjadi janda? Istri Rasulullah juga dulunya banyak yang janda. Sekali lagi deh saya tanya, sama semua yang baca tulisan ini. Sejelek itukah status janda di mata kalian? Seberdosa itukah menyandang status janda? Apa sih yang kalian pikirkan ketika seseorang mengakui kalau dirinya adalah janda?

Janda.

Saya mengenal banyak perempuan yang akhirnya menjanda dengan beragam alasan. Mau baik atau buruk alasannya, saya pikir itu bukan urusan saya. Saya tidak punya hak untuk melabeli mereka dengan kata 'janda'. Apalagi sampai menyebutnya dengan cara merendahkan. Setiap orang punya statusnya masing-masing. Setiap orang punya aibnya masing-masing, tak perlu menjadi sukarelawan untuk mengumbar kekurangan orang. Kalau bisa menjadi orang yang baik mengapa kita harus memilih menjadi orang yang menyebalkan.

Pernahkah kita memikirkan bagaimana rasanya menjadi perempuan yang mendapatkan label tersebut? Pernahkah kita membayangkan jika yang dilabeli seperti itu adalah saudara kita. Bahkan ibu kita. Bagaimana rasanya?

Saya hampir menangis mengingat bagaimana dengan mudahnya seseorang yang saya anggap terpelajar melabeli seorang perempuan dengan kata 'janda'. Nada pengucapannya merendahkan. Tak dapat saya bayangkan jika saya yang dilabeli seperti itu. Walaupun saya tahu, saya lebih suka hidup tanpa memikirkan apa yang orang lain katakan tentang saya. Tapi ketika kita mendapati hinaan seperti itu yang ditujukan pada kita bagaimana rasanya?

Kita tak perlu jadi orang yang baik kalo itu sulit. Setidaknya jangan menjadi orang yang dengan mudahnya menzalimi orang lain. Simpan dalam hati sajalah apa yang ingin kita labelkan. Simpan buat diri sendiri. Sungguh mengiris hati saya harus mendengar seorang lelaki melabeli seorang perempuan yang saya hormati sebagai janda.

Berputar-putar pikiran saya mempertanyakan 'Kalo memang dia janda terus kenapa? Kenapa? Ada yang salahkah dengan statusnya?'

Memang dia bukan ibu saya, bukan saudara saya. Hanya seseorang yang memberikan ilmunya buat saya. Tapi saya juga seorang perempuan dan saya benar-benar terluka mendengar seorang perempuan dilabeli seperti itu. Hancur. Saya kecewa tak bisa mengatakan apa-apa saat berulang kali dia menyebut perempuan itu sebagai janda. Perempuan itu manusia lho. Punya perasaan. Punya hati. Apakah dirinya tidak dilahirkan oleh seorang perempuan sehingga merasa nyaman melabeli orang dengan kata 'janda'? Tidak cukup sekali saya mendengar kata 'janda' itu hari ini. Dia menyebutnya berkali-kali dan berkali-kali pula saya tak bisa mengatakan apa-apa.

Saya harus menelan semua kata-kata yang ingin saya muntahkan. Saya hanya bisa menuliskannya di sini dan berharap semua orang di luar sana yang suka melabeli orang lain dengan kata 'janda' dan kata tidak pantas lainnya, saya mohon dengan sangat pikirkan kembali sebelum mengeluarkan label tersebut. Lihat ke belakang. Bercermin pada diri sendiri dan tanya, apakah aku sudah cukup sempurna untuk melabeli orang lain. Apakah aku sudah pasti masuk surga? Bagaimana rasanya kalau aku yang dilabeli?

Saya tidak akan pernah lupa dengan Anda. Anda yang telah membuat saya menangis banyak sekali hari ini. Anda yang telah melukai hati saya sebagai perempuan dengan melabeli perempuan lain dengan kata 'janda'. Buat semua janda di luar sana, be strong I am with you.

@honeylizious

Followers