14 September 2014

Almost Kulminasi Here, Welcome In Pontianak




Yeay minggu depan tanggal 21 September. Buat yang sudah hapal dengan momen paling penting di Pontianak pasti tahu dong tanggal 21-23 September ada perayaan menyambut kedatangan fenomena alam yang terjadi bulan Maret dan September ini. Yakin deh kalau tanggal 21-23 September itu nggak berdekatan dengan perayaan hari besar tertentu, harga tiket pesawat bakalan aman. Seaman cinta saya sama suami *eh.

Intinya nggak bakalan nyekik kayak ibu-ibu tukang kredit nagih utang yang nggak dibayar-bayar berbulan-bulan. Saya selalu senang menceritakan tentang Kulminasi. Walaupun sudah beberapa tulisan saya posting di blog ini bahasnya Kulminasi melulu. Sekarang mau bahas Kulminasi pertama yang saya saksikan.

Meskipun saya di Pontianak bukan berarti saya bisa menyaksikan Kulminasi setiap tahunnya lo gaes. Sebab kadang bentrok sama jadwal kuliah, kerja, dan bisa jadi juga waktu itu belum tahu soal Kulminasi. Pertama kali saya datang ke Tugu Khatulistiwa tempat terjadinya titik Kulminasi itu bersama suami, masih calon suami sih waktu itu. Saya yang maksa datang ke sana, panas-panas dan matahari benar-benar menyilaukan. Walaupun panas begitu, suhunya cuma 32O. Padahal terang-benderang sekali di sana. Tips buat teman-teman yang mau ke sana, jangan lupa bawa payung atau kaca mata hitam biar yang silau. Iklan pasta gigi yang 'silau-men' kalah deh kayaknya.

Sampai hari ini, saya masih ingat betul kami minum es kelapa muda yang disajikan dengan batoknya. Harganya 8.000 seingat saya. Saya pikir bakalan 15.000 atau 20.000. Maklum biasanya orang suka ambil kesempatan dengan menaikkan harga 4-5 kali lipat kalau pas ada acara besar kayak gini. Acara besar sebab petinggi Kalimantan Barat biasanya datang, terutama walikota. Akan ada banyak tarian. Ah saya mulai kuliahnya bulan ini sih, jadi kemungkinan besar tak bisa datang ke Tugu Khatulistiwa untuk menyaksikan fenomena tersebut.

Akan ada banyak tarian dan nyanyian untuk memeriahkannya. Bagian menariknya sih pas mercon terbakar karena posisi matahari yang sejajar dengan titik equator. Jadi orang akan meletakkan kaca pembesar di atas mercon yang sudah disiappan. Hitungan detik berikutnya bayangan kita akan menghilang dan mercon mulai meletup. Sebab yang digunakan mercon yang ukuran kecil. Jadi hanya meletup bukan meledak. Telur juga akan bisa ditegakkan di titik kulminasi tersebut.

Sederhananya sih kulminasi itu fenomena alam saat posisi matahari sejajar dengan titik equator yang membuat bayangan setiap benda yang berada di sana akan menghilang. Lebih mudah terlihat untuk benda yang bisa ditegakkan. Seru kan?



 

@honeylizious

Followers