8 September 2014

Alhamdulillah, Lulus Masuk ABA dengan Nilai Tertinggi

Pagi tadi saya mengikuti tes masuk Akademi Bahasa Asing. Kampus impian saya selama ini. Tempat yang ingin saya masuki sejak 10 tahun yang lalu. Namun kemudian gagal karena terkendala biaya. Memang biaya masuk ABA terbilang mahal untuk anak guru sekolah dasar seperti saya yang jumlah saudara lainnya ada 4. Anak kedua dari lima bersaudara. Untan alias Universitas Tanjungpura dipilih karena lebih murah. Bukan karena saya ingin menjadi guru setelah kuliah nanti. Tak pernah terpikirkan oleh saya nantinya harus menjadi seorang guru sekolah. Karena memang tidak menargetkan menjadi guru, hari ini, saat saya mengetikkan ini saya memang bukan guru. Walaupun sempat mengajar di sebuah bimbel dan akhirnya berhenti karena gajinya terlalu minim. Banyak waktu terbuang percuma.

Tahun ini karena belum hamil, saya akhirnya meyakinkan suami untuk kuliah di ABA. Ikut tes masuknya tadi pagi dan tak berapa lama hasil tes keluar, hanya sekitar 15 menit setelah kami keluar dari ruang tes. Ternyata saya mendapatkan nilai A untuk tes tersebut. Memang skornya jauh dari sempurna. Hanya 87 poin tapi saya sudah cukup senang dengan hasil tersebut. Setidaknya saya punya bekal yang cukup untuk belajar bahasa Inggris. Sekalian memperbaiki kekurangannya. Sudah saatnya saya belajar untuk menggunakan bahasa Inggris di blog. Bukan hanya sekadar broken English yang saya terapkan di beberapa tulisan.

Sepuluh tahun saya menunggu hari ini datang. Hari di mana saya tidak terhalang oleh biaya masuk kuliah di kampus ini. Kepala saya sudah siap menerima pelajaran baru lagi. Berkenalan dengan banyak orang baru lagi. Untungnya suami cukup mendukung. Sebenarnya sih beberapa bulan yang lalu dia seperti keberatan. Saya yakinkan kalau masalah biaya, saya akan bayar sendiri dari hasil fee blog ini atau menang lomba menulis. Masih tidak bisa memberikan izin saya pasang tampang wajah kecewa berat dan akhirnya dia setuju.

Tadi pagi sih dia yang semangat membangunkan. Senang sekali akhirnya saya bisa mendapatkan restu dari beliau. Saya pikir dia lebih senang saya tidak kuliah. Namun melihat keadaan yang sekarang, saya yang sudah beraktivitas di awal pagi pastinya lebih senang saya kuliah di pagi hari. Otomatis akan bangun pagi setiap hari dan tak ada malas-malasan pagi.

Masih banyak ilmu yang ingin saya dapatkan sebagai bekal mendidik anak saya nanti. Bukan hanya bahasa Inggris yang ingin saya pelajari tapi juga ekonomi, informatika, dan entah apalagi yang belum saya pikirkan. Sekarang saya fokus dulu ke bahasa asing. Sambil mengingat kembali bahasa Mandarin yang dulunya saya pelajari. Seminggu sebelum kuliah kayaknya saya menggenjot diri saya untuk menyelesaikan beberapa naskah buat lomba. Seperti yang sudah saya ceritakan beberapa postingan sebelumnya, banyak sekali lomba menulis.

Semangat saya membara lagi nih. Bagaimana dengan teman-teman? Bosan dengan aktivitas sekarang? Coba cari rutinitas yang lain. 

@honeylizious

Followers