4 September 2014

Akankah Dia Mengacungkan Jempol dari dalam Rahimku?

Photo copyright Reddit/meancloth

Jangan beranggapan sekarang saya sudah hamil ya dan simpan dulu ucapan selamatnya ketika saya benar-benar hamil. Mau hamilnya kapan sih aya tak begitu masalah. Saya tidak benar-benar menunda dan memang banyak bersyukur saja mau hamil atau enggak sekarang ini soalnya mau hamil sekarang atau nanti Allah pasti punya rencana buat saya ke depannya. Apalagi masih banyak impian yang bisa saya kejar jika saya tidak dalam keadaan hamil.

Sebab ketika punya anak nanti saya benar-benar ingin menjadi seorang ibu yang siaga dan tidak sampai membebankan banyak orang untuk mengurus baby Honeylizious nantinya. Jadi mohon doanya ya ketika saya hamil nanti memang saya sudah siap fisik dan mental. Saya nggak mau kayak kebanyakan orang yang begitu sebulan menikah pengen langsung hamil. Kasihan suami saya yang baru menikmati posisinya sebagai seorang suami. Mengurusnya saja saya harus banyak belajar dan menyesuaikan diri. Bagaimana ceritanya kalau harus mengurus seorang baby lagi.

Hari ini saya membaca sebuah artikel yang menunjukkan seorang bayi yang masih berada di dalam rahim ibunya dan ternyata saat di-USG dia mengacung jempol. Apakah itu berarti dia ingin mengatakan bahwa orang tuanya mantap dan dia sudah tak sabar untuk keluar? Entahlah.

Saya jadi kepikiran, kalau saya hamil nanti dan mengambil gambar bayi di dalam perut saya, apakah yang akan bayi itu lakukan. Soalnya itu kan darah daging saya. Akankah dia memberikan jempol atau malah menunjukkan senyumnya? Eh emang bisa ya liat bayi senyum dari dalam rahim? Saya kurang pengalaman sih soal itu.

Walaupun saya sedikit pensaran bagaimana anak saya nantinya. Apakah dia perempuan atau laki-laki? Kembar nggak ya? Iya nih saya sangat berharap bisa melahirkan anak yang kembar. Memang repotnya dobel tapi sekaligus kan mengurusnya. Kalau saya melahirkan anak, dia akan menjadi cucu pertama untuk Umak dan Abah soalnya yang sudah menikah di antara saudara saya cuma saya sendiri. Jangan-jangan ibu saya yang susah sekali diajak liburan ke Pontianak itu akan langsung terbang ke sini dari Jawai. Berharapnya sih kembar laki-laki dan perempuan supaya tak ada yang kecewa. Maklumlah kayak Abah dia pasti senang sekali dengan cucu laki-laki. Begitu juga mertua yang akan mendapatkan cucu laki-laki dari anak laki-lakinya satu-satunya.

Tapi kalau dilihat dari unsur ekonomis, anak perempuan akan lebih mudah menjadi bintang iklan di blog. Hahahahah... lumayan ya baby-nya bisa dikomersilkan dan mencari uang sendiri sejak bayi. Itu bonus sih.


Buat siapa pun di luar sana yang sudah menikah dan galau karena belum punya anak. Syukuri aja. Itu artinya Allah sedang memberikan kesempatan kepada kita untuk melakukan hal yang lain. Buat yang sudah punya anak juga harus bersyukur karena dipercaya oleh Allah untuk menjaga calon penghuni surga-Nya. Insha Allah.

Satu hal yang ingin saya tekankan kepada orang yang suka membuat pola pikir sendiri bahwa tujuan paling penting dalam hidup adalah mendapatkan keturunan. Tidak semua orang memiliki pola pikir yang sama. Apalagi tak semua orang bisa punya anak. Banyak sekali orang yang mengalami kemandulan atau rahimnya tidak cukup kuat untuk menampung sebuah kehamilan. Jadi jangan samakan pola pikir kita dengan pola pikir orang lain apalagi setiap orang memiliki takdir yang berbeda.

Tega sekali orang yang dengan mudahnya mengatakan 'jangan lupa tujuan hidup kita yang paling penting' dan menjelaskan bahwa tujuan hidup yang paling penting adalah punya anak.'

@honeylizious

Followers