9 Agustus 2014

Terima Kasih Banyak, Kak Long untuk Semua Penderitaan Ini (Bagian 2)



Sebelum membaca tulisan ini, supaya lebih nyambung silakan baca tulisan Bagian 1.

Kak Long itu cantik. Pacarnya banyak. Tapi dari dia saya mendapatkan pelajaran berharga bahwa siapa saja bisa menjadi cantik tapi kecantikan bukan hal yang utama untuk mendapatkan pasangan. Sebab pada akhirnya laki-laki butuh seorang perempuan yang mengerti keadaan mereka. Bukan yang menuntut ingin perhatian hanya untuknya dan tak pernah memberikan kepercayaan sama sekali padanya.

Umak adalah orang yang paling banyak memberikan motivasi buat hidup saya. Sedangkan Kak Long adalah contoh besar sebuah pembelajaran penting di dalam kehidupan. Walaupun diberikan Allah 'untuk tidak ditiru' atau 'don't try this at home'. Namun saya sangat beruntung memiliki kakak sulung seperti dia. Beda sih dengan beberapa tahun sebelumnya saya sangat membenci kehidupan saya yang sendirian dan harus jauh dari orang tua gara-gara memiliki kakak sulung seperti dia. Saya pikir, dia membuat kehidupan saya menjadi tidak normal.

Sejak kecil dia akan diberikan pakaian terbaik dan termahal sedangkan saya dan adik perempuan saya akan mendapat yang termurah dan serupa pula. Memang sih rata-rata orang tua akan membelikan barang yang serupa untuk anak perempuannya. Tapi kakak sulung saya pasti akan marah besar jika mendapatkan barang yang sama dengan dua adiknya. Adik saya sendiri mengalami siksaannya beberapa tahun kemudian setelah kakak sulung pindah dari rumah Uwan kembali ke rumah Umak. Sekarang adik saya sedang menikmati petualangannya menjadi guru kontrak di NTT. Menjauh juga dari rumah karena akan disiksa juga jika bertemu. Paling tidak dia akan memaki adik saya kalau tak bisa menyentuh fisiknya.

Dulu saya marah dengan kehidupan saya sendiri. Betapa kesalnya saya karena tak bisa seperti orang lain yang punya 'rumah' untuk pulang. Saya tak bisa pulang jika tak ingin disiksa. Hingga sekarang pun saya memilih untuk tidak pulang sebab bukan saya saja yang akan disiksa melainkan Umak juga. Biasanya dia akan memalak sejumlah uang dari Umak saat mengetahui kami pulang. Lebaran tahun lalu dia meminta dibelikan rumah karena saya pulang membawa sepeda motor.

Terdengar gila? Itu kakak sulung saya. Kakak yang akhirnya saya sadari adalah sebuah keberuntungan yang diberikan Allah untuk saya. Bukan ketidakberuntungan. Bukan karena Allah sengaja ingin menghancurkan kehidupan saya satu-satunya. Sebab dengan memberikan kakak sulung seperti dia, Allah ingin saya menjadi diri saya yang sekarang. Saya yang mencapai semua target di dalam kehidupan saya sendiri. Ini hanya satu ujian paling besar di dalam kehidupan saya. Paling penting lagi Allah ingin melihat saya menadahkan tangan sembari mengucapkan syukur untuk semua penderitaan yang diberikan Kak Long.

Satu di antara luka yang dia berikan masih ada sampai sekarang di paha kanan saya. Membesar seiring ukuran tubuh saya yang membesar. Luka itu dulunya tak sepanjang itu. Sekarang sedemikian panjang lukanya. Luka yang akan selalu mengingatkan pada seorang perempuan yang dulunya sedemikian bersinar di dalam kehidupannya, sekarang cahaya itu meredup. Akhirnya dia hidup sendiri di rumah yang Umak belikan dengan tambahan uang dari saya.

@honeylizious

Followers