11 Agustus 2014

Terima Kasih Banyak, Kak Long untuk Semua Penderitaannya (Bagian 4) Penutup


Baca dulu Bagian 1, Bagian 2, dan Bagian 3.

Ini akan menjadi bagian penutup untuk tulisan panjang saya sebagai bentuk terima kasih saya untuk Kak Long yang telah memberikan penderitaan yang sangat panjang dalam kehidupan saya. Semoga Umak, Abah, dan adik-adik saya yang juga diberikan penderitaan olehnya bisa mengucapkan rasa syukur untuk semua penderitaan itu.

Saya tidak akan pernah menikah dengan M. Arief Eka Putra jika saya tidak memiliki Kak Long seperti dia. Sebab setelah selesai kuliah pastinya saya akan pulang ke kampung halaman. Mungkin akan menjadi guru di sana. Menemukan jodoh sesama guru pula. Punya anak kemudian menua. Tapi Allah punya rencana lain. Dia sudah menyiapkan jodoh saya di Pontianak. Tanah yang tak bisa saya tinggalkan. Satu-satunya tempat saya bertahan hidup sendirian. Allah sudah membuat skenario supaya saya tetap berada di sini.

Saya dipertemukan dengan teman-teman dari Pesta Blogger tahun 2010 yang membuat saya membuat blog baru dan belajar mengisinya. Tahun 2011 mendapatkan blog ini, Honeylizious.com, sebagai hadiah ulang tahun dari seorang teman. Lalu melalui perjalanan yang cukup panjang, menang banyak lomba, yang akhirnya membuat saya memiliki smartphone Lenovo A800, yang sekarang sudah rusak. Lewat smartphone tersebut yang saya install WeChat saya dipertemukan dengan suami saya yang kantornya tak jauh dari tempat saya bekerja.

Bertahun-tahun kami bekerja di jalan yang sama, bertahun-tahun dia melewati kantor saya demikian pula saya sendiri. Bahkan dia sering mendengar suara saya mengudara di Radio Volare bertahun-tahun. Tanpa menyadari bahwa inilah perempuan yang akan dia nikahi tahun 2013 nanti.

Seandainya, saya tidak memiliki kakak sulung seperti Kak Long, kami mungkin tak ditakdirkan untuk berjodoh. Tahun 2013 itu saya akhirnya menyadari, inilah alasan terbesar Allah memberikan kakak sulung seperti dia untuk saya. Entah apalagi rahasia yang akan Allah tunjukkan melalui kakak sulung yang saya miliki itu.

Di sini saya juga sudah punya orang tua. Punya Mamak (ibu mertua), punya Mamie, dan Ayah. Untuk menggantikan keberadaan Umak dan Abah yang sebenarnya tak begitu jauh, hanya terpisah beberapa ratus kilometer tapi tak bisa saya temui. Di sana ada Kak Long yang menghalangi pertemuan kami.

Saya tak lagi marah dengan keadaan yang saya jalani. Apalagi sekarang saya sudah berdua. Sudah ada bahu untuk bersandar. Terima kasih Kak Long, untuk semua penderitaannya. Karena melalui semua penderitaan itu akhirnya, adikmu ini menjadi seorang Rohani Syawaliah yang menuliskan ini. Semua impian yang pernah saya tuliskan sekarang alhamdulillah sudah terwujud dan sekarang saya sedang menuliskan impian-impian baru untuk diwujudkan.

Jika saja Kak Long bisa menyadari kebaikan Allah untuk kehidupan kita dan memiliki sedikit rasa syukur saja di dalam kehidupan ini, saya yakin hidup Kak Long tak akan sendirian seperti sekarang. Lepaskan rasa benci dan iri itu, ikhlaskan yang sudah lewat dan cobalah untuk berbahagia sedikit saja. 

Lepaskan Long, lepaskan saja.
 

@honeylizious

Followers