30 Juli 2014

Tempoyak oh Tempoyak

Bosan lebaran gini sajiannya bersantan dan daging-dagingan? Sama! Makanya saya membuka penutup gelas yang isinya tempoyak. Tempoyak adalah durian fermentasi. Fermentasinya bisa dibuat menggunakan garam dan durian saja atau garam, gula, dan durian.

Beberapa hari lalu. Kalo nggak salah pas malam lebaran, di rumah pesta durian. Ternyata ada durian yang kurang manis. Ada dua buah yang 'zonk' diputuskan untuk menjadikannya tempoyak saja. Sebenarnya sih bisa saja saya beli tempoyak di warung saat kepengen durian. Namun karena suami kurang suka, niat tersebut saya urungkan. Sedangkan kemarin duriannya sayang mau dibuang. Dimakan nggak enak juga. Itu sebabnya dibikin tempoyak. Selain awet, makannya juga nggak perlu sekaligus.

Di rumah hanya ada udang ebi, jadilah segenggam ebi saya rendam air sebelum ditumis. Memasaknya juga mudah. Pake bawang merah, bawang putih, rawit, dan bumbu kaldu atau garam juga cukup kalo kurang asin. Semua bumbu ditumis. Habis itu masukkan durian yang sudah difermentasi beberapa hari sebelumnya.

Untuk membuat tempoyak, daging durian memang dibiarkan beberapa malam setelah dicampur garam dan gula, lalu masukkan di wadah yang tertutup rapat.

Saat sudah matang, bisa langsung dimakan dengan sepiring atau dua piring nasi hangat. Saya makan dua saking enaknya tempoyak yang saya buat tersebut. Hehehe...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers