16 Juli 2014

Review Kuliner: Sushi Sassy Pontianak


Sudah beberapa hari sih ngeliatin gerai sushi pinggir jalan ini. Berlokasi di Jl. Dr. Sutomo, persis di simpang empat menuju Jl. Dr. Wahidin, Pontianak. Soalnya memang saya kepengen nyobain sushi bikinan mereka. Selama ini hanya pernah satu kali makan sushi di sebuah rumah makan di Jl. Sumatera tapi saya kurang sreg dengan rasanya. Meskipun untuk harga terbilang sangat terjangkau di sana.

Pertama sih pengen standing applause buat pelayanannya. Soalnya saya dan suami tak bisa parkir mobil di depan gerai, jadi harus belok ke Jalan Danau Sentarum dan parkir di halaman rumah orang yang bersebelahan dengan gerai ini. Pas mau motong jalan baru liat tuh kalau dari halaman rumah orang itu, gerai Sushi Sassy ini ternyata lebih tinggi sekitar lebih dari setengah meter. Suami ngotot tetap harus lewat situ aja. Iya sih dibandingkan mutar lagi lewat jalan raya, ini jauh lebih aman.

Sebelum saya mengangkat rok dan naik dengan dibantu suami, pelayan gerai sudah menurunkan kursi sebagai tangga untuk saya naik. Alhamdulillah tak perlu kehilangan keanggunan dengan memanjat setinggi itu. Hehehehe... memberikan kursi begini memang hanyalah hal kecil, tapi akan memberikan perbedaan yang sangat besar untuk pelanggan. Sebab pelanggan merasa lebih diperhatikan kebutuhannya. Padahal kalau pelayannya nggak ngasih kursi pun saya tetap akan makan di sana dan tidak akan mencela.

Pelayan yang mencatat pesanan kami memang tidak begitu ramah tapi juga nggak jutek sih. Jadi saya tidak begitu terganggu meskipun dia tidak tersenyum. Walaupun akan jauhhhhhh, jauhhhhh lebih baik kalo dia murah senyum dan mengucapkan 'tunggu sebentar ya, pesanannya akan segera di antar'.

Saya tentu saja pesan sushi. Pake ikan sarden. Dengan taburan telur ikan dan wijen hitam di atasnya. Enak. Saya suka dengan sushinya. Beruntungnya suami tak suka makan ikan jadi dia tidak akan mengurangi porsi sushi yang saya pesan. Ada sih dia mencomot sepotong dan matanya langsung berair karena hampir muntah saat menelan sushinya. Padahal ikannya bukan ikan mentah lho sodara-sodara. Jadi buat teman-teman yang males makan ikan mentah, bisa nih mampir ke sini, ikannya mateng kok. Terus yang saya pesan ini ada sayuran wortelnya di bagian dalam.

Saya suka kecap dan cabainya yang buat cocolan. Kecap asinnya gurih. Cabainya juga pedas. Wih nikmat lah pokoknya.

Minumnya saya pesan es parut. Enak juga es parutnya. Sayang lupa menjepret es parut tersebut. Es parutnya 7.000IDR dan sushinya 23.000IDR seporsi bisa buat dua orang sebenarnya. Tapi karena saya lapar berat, seporsi saya makan sendiri.

Kekurangan gerai ini adalah pada bagian atap. Soalnya yang ada atapnya hanya buat penjual. Sedangkan buat pelanggan hanya beratapkan langit. Indah kalau lagi banyak bintangnya. Tapi tak terbayangkan kalau nanti turun hujan di saat pelanggan masih menikmati makanannya.

 

@honeylizious

Followers