14 Juli 2014

Mbak Admin


Sekarang sudah sah benar-benar menjalani kehidupan sebagai admin. Orang yang tak ketahuan jati dirinya di beberapa akun sosial media perusahaan. Senang sih, soalnya selama ini sering ngebayangin soal gimana ya rasanya menjadi 'anonim' di balik sebuah akun. Sekarang malah beberapa akun yang dipegang. Alhamdulillah.

Status di beberapa akun sekarang adalah Mbak Admin. Berusaha sih melayani semua pertanyaan dengan 'senyum' dan tetap ramah. Sebab saya yakin itu sangat penting dalam bisnis apa pun. Siapa yang tak ingin dilayani dengan menyenangkan? Tanpa melihat latar belakangnya. Apalagi yang dipegang bukan akun pribadi. Kalo diakun pribadi itu terserah kita maunya bagaimana, sebab tanggung jawabnya hanya pada diri kita sendiri.

Beda cerita dengan akun media sosial perusahaan. Semoga saja pengalaman saya mengadmin ini bisa mendatangkan rezeki berikutnya. Kemudian bisa diturunkan juga pada banyak orang. Sebenarnya dalam bisnis prinsipnya, layani orang semenyenangkan kamu ingin dilayani. Apa sih yang kita harapkan dari pelayan atau kasir yang kita temui untuk 2-5 menit? Seramah apa kita ingin mereka memperlakukan kita?

Sebab jarang sekali saya puas dengan pelayanan di kasir swalayan atau supermarket ternama sekalipun. Apa karena gaji mereka kecil ya? Padahal saya ingat betul, waktu saya menjadi penjaga toko kelontong 9 tahun lalu, saya hanya digaji Rp100.000/bulannya dan saya melayani semua pelanggan dengan ramah dan tetap penuh senyum. Sayang sih tak semua orang punya bos kayak yang saya dapatkan dulu dan tidak memiliki prinsip hidup seperti saya yang memang suka tersenyum dan ramah kepada orang lain.

Saya pikir bersikap menyenangkan itu membuat orang lain bahagia. Mengapa kita harus memilih untuk dingin dan kaku pada orang lain? Apalagi kalau kamu adalah kasir. Malesin banget ya ketemu kasir yang jutek gitu. Menjawab seperlunya. Bahkan saat memberikan kembali tak mengucapkan apa pun.

Sampai terpikir oleh saya bahwa setiap orang yang tugasnya memberikan pelayanan pada banyak orang harus saya berikan pelatihan khusus dulu. Sebab tak semua orang diberikan anugerah untuk ramah dan gampang tersenyum pada orang lain seperti yang saya miliki. Alhamdulillah. Apa yang saya dapatkan sejak lahir itu membuat perbedaan besar antara saya dengan banyak orang yang menjalani pekerjaan yang sama seperti kerja saya dulu. Pelayan toko. Kuli warung kelontong lebih tepatnya.

Sembilan tahun yang lalu saya hanya menjaga sebuah warung di kampung tak jauh dari rumah orang tua saya. Sekarang, sembilan tahun kemudian, penjaga warung itu menjadi blogger, penyiar radio, penulis buku, pedagang, dan seorang istri. Hanya dengan membuat perbedaan menjadi orang yang lebih ramah pada orang lain. Baik secara langsung maupun tak langsung. Bahkan ketika menjadi Mbak Admin.

 

@honeylizious

Followers