21 Juli 2014

Baju Hamil



Tadi malam jalan-jalan bareng keluarga mampir ke sebuah warung bakso di Jl. Putri Candramidi, Pontianak. Awalnya sih biasa saja. Warung penuh. Pelayan bergerak melayani pelanggan yang datang dan pergi. Kami sekeluarga duduk di meja depan. Sehingga orang yang keluar dan masuk pasti melewati kami semua. Satu hal yang cukup menarik tadi malam adalah seorang perempuan hamil yang lewat menuju parkiran. Waktu membelakangi kami tak kelihatan kalau dia sedang hamil soalnya dia sendiri datang dengan pakaian biasa seperti orang yang tidak sedang hamil. Belum lagi celana legging bermotif yang dia kenakan membentuk pantat, paha, dan kakinya.

Saat dia berdiri menyamping terlihatlah oleh kami kalau dia sedang mengandung. Perutnya sudah sangat buncit. Mungkin sudah 7-8 bulan atau bahkan lebih. Sontak saja kami kaget. Kebanyakan perempuan yang sedang hamil akan mengenakan baju hamil bukan baju seperti yang dikenakan ibu hamil tersebut. Soalnya apa tak kasihan janinnya jika ibunya mengenakan pakaian yang super ketat begitu?

Saya sih memang belum hamil dan tentu saja belum butuh baju hamil. Tapi rata-rata baju yang saya kenakan sekarang memang longgar. Mengingat aurat perempuan itu termasuk lekak-lekuk tubuhnya. Paling enggak kalau nggak punya baju hamil yang khusus, tak ada salahnya mengenakan daster atau dress batik yang longgar. Saya membayangkan bagaimana keadaan bayinya yang ada di dalam tersebut. Apakah tak ada masalah dengan bayi tersebut?

Baju hamil padahal sekarang sangat mudah untuk didapatkan. Apalagi sudah banyak gamis muslimah yang bisa dikenakan oleh ibu hamil terutama yang hamilnya sudah mendekati masa kelahiran. Setidaknya kenakanlah pakaian yang lebih longgar meskipun itu bukan baju hamil yang dibuat khusus untuk ibu-ibu yang sedang mengandung.

Teman-teman sendiri bagaimana waktu hamil? Apakah juga mengenakan baju hamil atau lebih suka mengenakan celana legging dan baju kaos ketat?


@honeylizious

Followers