2 Juni 2014

Siapa Bilang Nama Saya Rohani Syawaliah?


Pada suatu masa dulu....

Kayaknya kangen aja pengen pake pembukaan kalimat dongeng semacam itu. Waktu SD rata-rata yang saya gunakan ya sejenis kalimat gitu...

Pada zaman dahulu kala...
Pada suatu masa...
Pada suatu ketika


Masih banyak lagi 'pada' yang saya gunakan untuk mengawali cerita yang saya tulis waktu masih duduk di bangku SD dulu. Tapi bukan itu sih yang ingin saya jelaskan panjang lebar melalui tulisan ini. Di tulisan sebelumnya saya sudah mengatakan bahwa nama saya bukan Rohani Syawaliah waktu duduk di bangku sekolah dasar. Saya mengubahnya saat ijazah saya akan dicetak. Sebab saya tak ingin dibully di SMP.

Nama saya sebelumnya Listia Evita. Kayak nama penyanyi dangdutkah? Jadi nama panggilannya Listia, Lis, atau Elis. Beda cerita saat di sekolah. Ada beberapa orang yang suka membully saya dengan memanggil nama tersebut menjadi Bilis. Bilis itu nama ikan. Ikan murah yang tipis dan berekor panjang. Biasanya Uwan membelinya buat digoreng sebagai lauk. Saya sebal mengingat masa SD dan nama saya berubah jadi Bilis. Entah siapa yang benar-benar memulainya. Tapi saudara sulung saya juga memanggil saya dengan panggilan yang menjengkelkan itu.

Saya tidak suka.

Saya tidak mau terus-terusan dipanggil dengan nama Bilis di sekolah. Padahal tak pernah terpikir oleh saya nantinya saya akan sekolah di sekolah yang baru dan bertemu dengan orang baru, belum tentu mereka akan memanggil saya dengan nama Bilis bukan? Sudah terlanjur trauma dengan panggilan nama yang menyebalkan saya putuskan untuk menggunakan nama pemberian Kayi, kakek saya dari pihak Abah. Dia memberikan nama Rohani Syawaliah.

Terdengar lebih bonafit kan? eh...

Walaupun akhirnya muncul lagi pengejekan nama saya. Ada yang memanggil saya Roh Halus. Tak mengapa. Selama tak disebut sebagai ikan bilis. Saya tak begitu menghiraukannya.

Mungkin teman-teman bertanya-tanya, bagaimana ceritanya saya mengubah nama sesuka hati seperti itu? Bahkan tanpa bertanya pada orang tua saya terlebih dahulu. Saya hanya bilang saya mau pake nama saya yang lain. Saya ingat betul, di kartu Askes milik saya nama saya tertulis Rohani Syawaliah Listia Evita. Sedangkan di raport malah tertulis Listia Evita.


Jadi begini, waktu saya lahir, saya tidak dibuatkan AKTE lahir serta-merta. Sehingga masih memungkinkan untuk mengubah nama saya sebelum ijazah sekolah dasar saya keluar. Waktu wali kelas saya bertanya apakah nama yang kami berikan sudah benar, saya mengajukan untuk menulis nama Rohani Syawaliah di ijazah saya. Hingga sekarang akhirnya orang mengenal saya dengan nama Rohani Syawaliah. Bukan Listia Evita. Meskipun keluarga inti pihak Umak, masih memanggil saya Listia. Saya menyebutnya, nama panggilan saat masih kecil. Sebab setamat sekolah dasar, teman-teman baru saya mengenal saya dengan nama Rohani Syawaliah. Begitu ceritanya!

@honeylizious

Followers