7 Juni 2014

Saya Tarik Jempolnya Kembali Deh!

Dari banyak hal ajaib di dunia sosial media. Satu di antaranya yang cukup ajaib adalah kejadian di facebook. Gara-garanya saya membagikan resep tapi karena resep tersebut tidak ada fotonya, saya gunakan foto orang lain. Kemudian ada yang meninggalkan komentar 'maaf ya mbak saya tarik lagi jempolnya karena gambarnya bukan milik mbak Hani'. Kira-kira seperti itulah bunyi komentarnya. Sudah beberapa hari yang lalu sih. Saya tak seberapa ingat bagaimana bunyi persisnya. Padahal mau ada yang like atau enggak postingan saya di grup masak tersebut, saya mah biasa aja. Mau ada yang komen atau enggak juga nggak apa-apa. Namanya juga kita berbagi dengan banyak orang. Dapat komentar alhamdulillah, nggak dapat komentar juga nggak apa-apa.

Cuma ya aneh aja menurut saya ada yang berpikir sedemikian berharganya 'like' atau komen di postingan kita. Kalo memang postingan dagangan, okelah, memang kita membutuhkan banyak orang yang membagikan postingan kita, setidaknya membaca 'iklan' yang kita tuliskan di sana, dari banyak yang like dan komen tentunya kelihatan jelas banyak yang membacanya. Ternyata memang banyak lo yang beranggapan komen, like, dan share itu penting. Bahkan ada yang menghapus postingannya gara-gara postingannya dibagikan atau dishare tanpa permisi.

Memang sih ya beberapa waktu yang lalu banyak yang share resep yang saya posting di grup tersebut dan setiap ada yang mau share meninggalkan komen 'izin share ya mbak'. Padahal yang namanya kita sudah posting di sosial media, mau itu facebook, twitter, blog, dan sosial media yang lain, tombol share itu tak terbendung. Ada tautan yang bisa dicopy orang dan dibagikan ke mana saja. Itu sudah konsekuensinya.

Bahkan dicopas orang dan dipajang di blognya juga sudah risiko yang harus kita hadapi karena kita posting di tempat umum seperti ini. Kalau copas dan mengaku-ngaku itu miliknya barangkali dapatlah kita kecewa dengan orang tersebut tapi kalo cuma sekadar share postingan kita dan itupun benar-benar postingan kita yang dibagikan kayaknya, menurut saya pribadi, nggak usah izin juga nggak masalah. Toh saya nulis di blog nggak tahu siapa saja yang membagikan tautan blog saya.

Lucu aja kalo nanti di twitter ada yang ngetwit dan harus izin dulu baru boleh ngeretweet twitnya. Di twitter sih kayaknya orang malah seneng twitnya di retweet orang. Cuma di facebook saya baru pernah menemukan orang yang menghapus postingannya gara-gara dishare tanpa izin. Padahal kan pemilik postingan dapat notifikasi. Ajaib kan?


Bukankah sebenarnya kita menulis postingan di sosial media berharap orang lain mendapatkan manfaat dari apa yang kita tulis tersebut? Atau kita lebih peduli like dan komentar orang lain? Nggak komen atau like nggak boleh share? Hak masing-masing sih, tapi kalo emang nggak mau tulisannya kesebar ke mana-mana, jangan pernah nulis sayang.

@honeylizious

Followers