Langsung ke konten utama

Resep: Kue Pasong Oh Kue Pasong

Kue pasong kalau sekarang sangat jarang ditemukan pada hari-hari biasa . Di kampung saya, Uwan (nenek) biasanya membuat kue ini saat mendekati lebaran, biasanya hari ke-27 bulan Ramadhan atau disebut 'hari 7 likor'. Ada kepercayaan bahwa pada bulan puasa ibadah kita tidak diganggu oleh setan karena mereka dipasong. Untuk melepaskan pasongannya dibuatlah kue ini, sebab pada saat memakannnya kita akan membuka daun pisang yang membungkus kue ini. Banyak masyarakat sudah tidak percaya sih dengan hal tersebut. Walaupun kue ini dilatarbelakangi oleh kepercayaan tersebut bukan berarti kita nggak boleh membuatnya dihari biasa. Namun memang pada bulan Ramadhan kue ini banyak sekali dibuat.


Adonan :
  1. T epung Beras 500gram
  2. Santan 500ml
  3. Gula Merah 500gram
  4. Garam sedikit
  5. Air 500ml panaskan hingga hangat kuku
  6. Daun pisang yang telah dibentuk seperti kerucut

Cara Membuat :
Tepung b eras diadon d engan air hangat (tujuannya supaya ku e l ebih lembut ) . T a mbahkan santan k elapa dan aduk hingga merata. Masukkan gula merah s ebagai p erasa manis, bisa juga ditambahkan gula lagi jika ingin l ebih manis.
Masukkan adonan dala m daun pisang yang t elah dib entuk k erucut . Kukus adonan hingga matang.


Buat teman-teman yang tidak suka makanan manis, gulanya boleh dilewatkan. Jadi kuenya akan gurih dari santan dan garam. Warna kue pasong yang manis seperti warna gula merah atau gula jawa, sedangkan yang gurih atau dalam bahasa Sambas disebut 'Kue Pasong Lemak' berwarna putih. Jika tak punya daun pisang adonannya bisa dikukus dengan cetakan kue yang lain, rasanya sedikit berbeda karena tak ada aroma daun pisangnya, tetapi tetap bisa dibuat tanpa pasongnya. Selamat mencoba.

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan