5 Juni 2014

Resep: Kue Pasong Oh Kue Pasong

Kue pasong kalau sekarang sangat jarang ditemukan pada hari-hari biasa . Di kampung saya, Uwan (nenek) biasanya membuat kue ini saat mendekati lebaran, biasanya hari ke-27 bulan Ramadhan atau disebut 'hari 7 likor'. Ada kepercayaan bahwa pada bulan puasa ibadah kita tidak diganggu oleh setan karena mereka dipasong. Untuk melepaskan pasongannya dibuatlah kue ini, sebab pada saat memakannnya kita akan membuka daun pisang yang membungkus kue ini. Banyak masyarakat sudah tidak percaya sih dengan hal tersebut. Walaupun kue ini dilatarbelakangi oleh kepercayaan tersebut bukan berarti kita nggak boleh membuatnya dihari biasa. Namun memang pada bulan Ramadhan kue ini banyak sekali dibuat.


Adonan :
  1. T epung Beras 500gram
  2. Santan 500ml
  3. Gula Merah 500gram
  4. Garam sedikit
  5. Air 500ml panaskan hingga hangat kuku
  6. Daun pisang yang telah dibentuk seperti kerucut

Cara Membuat :
Tepung b eras diadon d engan air hangat (tujuannya supaya ku e l ebih lembut ) . T a mbahkan santan k elapa dan aduk hingga merata. Masukkan gula merah s ebagai p erasa manis, bisa juga ditambahkan gula lagi jika ingin l ebih manis.
Masukkan adonan dala m daun pisang yang t elah dib entuk k erucut . Kukus adonan hingga matang.


Buat teman-teman yang tidak suka makanan manis, gulanya boleh dilewatkan. Jadi kuenya akan gurih dari santan dan garam. Warna kue pasong yang manis seperti warna gula merah atau gula jawa, sedangkan yang gurih atau dalam bahasa Sambas disebut 'Kue Pasong Lemak' berwarna putih. Jika tak punya daun pisang adonannya bisa dikukus dengan cetakan kue yang lain, rasanya sedikit berbeda karena tak ada aroma daun pisangnya, tetapi tetap bisa dibuat tanpa pasongnya. Selamat mencoba.

@honeylizious

Followers