24 Juni 2014

Label 'Makanan Ini Mengandung Babi' di Pontianak


Rasanya saya menjadi pecinta kuliner yang sangat beruntung di dunia ini. Sebab untuk berwisata kuliner di Pontianak tidak begitu mengkhawatirkan masalah ketidakhalalan makanan yang kita santap. Sebab makanan yang mengandung babi selalu ditulis oleh pedagangnya. Maklumlah di sini daging babi mah mahal harganya. Dengan menuliskan makanan yang mereka jual mengandung babi, harganya tentu bisa disesuaikan dengan modal mereka.

Bahkan di beberapa tempat makanan yang label babinya tidak tertera, kita yang muslim dan berhijab tak perlu khawatir, pedagangnya akan mengatakan bahwa kita tidak boleh makan di situ. Karena mereka memasak makanan yang tidak halal untuk dikonsumsi umat muslim. Makanya penting sekali bagi kita mengidentitaskan diri kita sesuai dengan agama yang kita anut. Ini tidak hanya membantu diri kita sendiri tapi juga membantu orang lain yang berbeda agama dengan kita.

Jadi apabila teman-teman mampir ke Pontianak, jangan heran dengan besarnya tulisan BABI yang tertera di beberapa tempat makan. Bahkan bisa terlihat dari jarak 10-20 meter. Berdagang itu harus jujur bukan? Miris liat berita tentang daging celeng yang dijual buat jadi daging oplosan atau campuran bakso. Padahal di sini daging hewan tersebut banyak tersedia secara bebas di rumah makan dan dihargai mahal pula. Tak perlu dijadikan daging dengan nama yang lain. Tetap dinamai sesuai dengan identitas aslinya.

Saya punya teman-teman orang Tionghoa yang nonmuslim dan mengonsumsi daging babi, mereka bahkan sering membuat minyak dari lemak babi yang dipanaskan. Minyak tersebut juga dijual dengan harga mahal. Barangkali orang-orang yang menjual daging celeng dengan sembunyi-sembunyi dan akan diolah menjadi daging sapi 'palsu' atau 'oplosan' harus lebih kreatif lagi memutar otak untuk membuat dagangannya menjadi nilai ekonomis yang tinggi. Jangan sampai berbohong apalagi menipu banyak orang dengan mengatakan daging tersebut daging sapi. Kasihan umat muslim yang tidak boleh mengonsumsinya.

Kalau punya banyak piaraan celeng atau babi kayaknya bisa dimanfaatkan untuk mengurangi limbah juga. Saya pernah baca sebuah artikel yang mengatakan bahwa babi itu biasa memakan kotorannya sendiri. Nah berarti dia bisa memakan limbah rumah tangga yang kita buang sembarangan. Bukankah lebih baik membuat tempat pembuangan limbah rumah tangga dan ada yang akan memakannya?

 

@honeylizious

Followers