15 Juni 2014

Kapan Hamil?


Entah sudah berapa puluh orang yang bertanya pertanyaan 'kapan-hamil' ini ke saya. Buat pasangan yang baru menikah pasti merasakan perasaan yang sama seperti saya sekarang. SEBAL!

Kalau yang bertanya adalah orang tua saya maklum. Apalagi saat yang menanyakan hal tersebut adalah kedua orang tua saya yang sama sekali belum punya cucu. Jadi Putra adalah satu-satunya menantu yang mereka miliki. Wajar dong mereka nanya sama saya ya. But for your information, kedua orang tua saya tidak pernah satu kali pun menanyakan pertanyaan tersebut. Sebab mereka tahu apabila ada hal penting saya pasti akan mengabari mereka. Jika tak ada kejadian apa-apa saya biasanya ya tidak akan bicara apa-apa.

Seandainya saja semua orang yang memiliki pertanyaan basi-basi kayak 'kapan-hamil' dan turunannya, bisa membaca tulisan ini. Saya memang belum hamil dan belum merencanakan buat hamil. Saya belum siap untuk hamil sekarang ini. Apalagi mengingat kami baru saling kenal dan berumah tangga. Setidaknya saya ingin memberikan waktu khusus untuk kami berdua saja.

Tolonglah berhenti menjamakkan kehidupan saya dengan kehidupan orang lain. Template hidup saya tidak kayak orang yang pada umumnya kuliah-PNS-menikah-hamil. Bukan kehidupan seperti itu yang saya inginkan. Saya menikah karena ibadah dan memang saya rasa saya butuh seseorang untuk mendampingi saya hingga menua nanti. Saya masih ingin berdua saja dengannya. Belum ingin ada anak di antara kami.

Bukankah menikah tujuannya bukan hanya untuk dapat anak? Jika memang saya hanya butuh anak apa susahnya saya mengambil anak kecil buat dijadikan anak angkat dan melewatkan pernikahan. Sesederhana itu bukan? Menikah memang akan ada kemungkinan mendapatkan anak kandung di dalamnya yang tentu saja sekarang bukan prioritas utama. Masih banyak hal yang ingin saya capai. Setidaknya anak bukan yang paling saya inginkan saat ini. Walaupun saya tahu akan sangat menyenangkan melihat seorang gadis kecil versi saya. Di mana darah saya mengalir di tubuhnya.

Saya sedang mempersiapkan kehidupan yang baik untuknya. Saya ingin dia mendapatkan segala yang dia inginkan dan tak kekurangan suatu apa pun saat lahir ke dunia nanti.

Cukuplah saya yang lahir di keluarga yang penuh dengan kekurangan secara materi. Meskipun tak kurang kebahagiaan saya lahir sebagai diri saya yang kecil itu. Saya lahir sebagai cucu paling bahagia dan selalu tertawa. Tapi saya tak ingin masa kecil anak saya seperti itu. Setidaknya saya ingin dia mendapatkan yang lebih baik dari yang saya dapatkan.


Saya mencintainya dan ingin memberikan seisi dunia untuknya sebagai tanda cinta.

@honeylizious

Followers