Langsung ke konten utama

Hello, June!


Apakah setiap bulan yang baru harus kita sapa dengan 'Hello'? Nggak juga sih kayaknya bagi saya sebab yang paling istimewa bagi saya adalah bulan yang berada di tengah bersama bulan Juli ini. Yap! Bulan Juni akan selalu menjadi bulan yang sangat istimewa. Bulan Juni saya dilahirkan. Bulan Syawal saat tahun Hijriyah. Lebaran juga bulan yang istimewa di dalam kehidupan saya. Bulan Juni dan Syawal itulah saya menghirup oksigen langsung dari Bumi. Tak lagi terkurung di dalam rahim Umak.

Sembilan bulan lebih. Tak tahu tepatnya. Walaupun kebanyakan orang akan mengatakan 9 bulan 10 hari. Biarlah itu menjadi misteri saja. Paling penting saya lahir dalam keadaan sehat di dalam sebuah keluarga yang sekarang dapat saya sebut sebagai sebuah keluarga yang harus saya syukuri dengan sangat. Sebab tanpa keluarga itu, saya tidak akan menjadi diri saya yang sekarang. Juga buat keluarga baru yang sekarang menjadi bagian di dalam kehidupan saya, mereka akan membentuk saya menjadi seseorang di masa depan. Diri saya yang akan datang.

Juni. Dulu seingat saya, saya pernah punya nama yang ada Juni-nya. Kayaknya, karena saya cucu kedua tertua, semua orang ingin memberikan nama untuk saya, sampai-sampai saya punya nama yang sangat panjang yang harus saya hapalkan waktu itu. Padahal saat duduk di bangku SD yang saya dapatkan ternyata dua digit nama yang sekarang tak saya gunakan lagi. Sebab nama itu membuat saya dibully di sekolah. Teman-teman saya suka memanggil nama saya yang diplesetkan dan itu rasanya melukai hati ini. Sehingga saya lebih suka menggunakan nama yang lain. Nama yang sekarang saya gunakan sebagai identitas saya.

Ya, nama saya waktu kecil sampai hampir tamat SD dulu bukanlah Rohani Syawaliah. Sama sekali bukan. Bahkan tak pernah terlintas saya akan menggunakan nama yang disumbangkan oleh Kakek saya dari pihak Abah. Dari Banjarmasin sana. Nama yang sangat saya sukai sekarang. Walaupun sempat pula menimbulkan pembulian. Ada beberapa orang yang memanggil saya Roh Halus.


Sekarang semuanya sudah berlalu dan saya berhasil membentuk nama panggilan yang tak akan melibatkan Roh Halus tersebut. Sebab setiap mengenalkan diri kepada orang baru saya akan memotong nama tersebut menjadi 'Hani' saja. Masalah nama ini memang menjadi persoalan yang cukup rumit saat saya kecil sampai di bangku kuliah. Kemudian menjadi lebih mudah ketika saya bekerja. Penasaran siapa nama saya sebenarnya? Waktu SD dulu? Tunggu postingan berikutnya besok ya!

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan