1 Juni 2014

Hello, June!


Apakah setiap bulan yang baru harus kita sapa dengan 'Hello'? Nggak juga sih kayaknya bagi saya sebab yang paling istimewa bagi saya adalah bulan yang berada di tengah bersama bulan Juli ini. Yap! Bulan Juni akan selalu menjadi bulan yang sangat istimewa. Bulan Juni saya dilahirkan. Bulan Syawal saat tahun Hijriyah. Lebaran juga bulan yang istimewa di dalam kehidupan saya. Bulan Juni dan Syawal itulah saya menghirup oksigen langsung dari Bumi. Tak lagi terkurung di dalam rahim Umak.

Sembilan bulan lebih. Tak tahu tepatnya. Walaupun kebanyakan orang akan mengatakan 9 bulan 10 hari. Biarlah itu menjadi misteri saja. Paling penting saya lahir dalam keadaan sehat di dalam sebuah keluarga yang sekarang dapat saya sebut sebagai sebuah keluarga yang harus saya syukuri dengan sangat. Sebab tanpa keluarga itu, saya tidak akan menjadi diri saya yang sekarang. Juga buat keluarga baru yang sekarang menjadi bagian di dalam kehidupan saya, mereka akan membentuk saya menjadi seseorang di masa depan. Diri saya yang akan datang.

Juni. Dulu seingat saya, saya pernah punya nama yang ada Juni-nya. Kayaknya, karena saya cucu kedua tertua, semua orang ingin memberikan nama untuk saya, sampai-sampai saya punya nama yang sangat panjang yang harus saya hapalkan waktu itu. Padahal saat duduk di bangku SD yang saya dapatkan ternyata dua digit nama yang sekarang tak saya gunakan lagi. Sebab nama itu membuat saya dibully di sekolah. Teman-teman saya suka memanggil nama saya yang diplesetkan dan itu rasanya melukai hati ini. Sehingga saya lebih suka menggunakan nama yang lain. Nama yang sekarang saya gunakan sebagai identitas saya.

Ya, nama saya waktu kecil sampai hampir tamat SD dulu bukanlah Rohani Syawaliah. Sama sekali bukan. Bahkan tak pernah terlintas saya akan menggunakan nama yang disumbangkan oleh Kakek saya dari pihak Abah. Dari Banjarmasin sana. Nama yang sangat saya sukai sekarang. Walaupun sempat pula menimbulkan pembulian. Ada beberapa orang yang memanggil saya Roh Halus.


Sekarang semuanya sudah berlalu dan saya berhasil membentuk nama panggilan yang tak akan melibatkan Roh Halus tersebut. Sebab setiap mengenalkan diri kepada orang baru saya akan memotong nama tersebut menjadi 'Hani' saja. Masalah nama ini memang menjadi persoalan yang cukup rumit saat saya kecil sampai di bangku kuliah. Kemudian menjadi lebih mudah ketika saya bekerja. Penasaran siapa nama saya sebenarnya? Waktu SD dulu? Tunggu postingan berikutnya besok ya!

@honeylizious

Followers