Langsung ke konten utama

Facebook Down?


Seberapa banyak dari kita yang menyadarinya? Saya sendiri tak tahu sama sekali hingga membaca status beberapa orang yang mengatakan facebook down menjadi trending topik di twitter. Sedemikian butuhnyakah kita untuk terhubung terus dengan sosial media? Saya pikir downnya berapa jam, ternyata dari status lain yang saya baca downnya sekitar 30 menit. Masuk akal kalo kurang dari 1 jam dan saya sendiri tak menyadarinya. Walaupun sebenarnya saya menyadari tentang informasi ini setelah berapa jam lewatnya.

Saya nggak sadar mengenai downnya facebook tersebut. Ya ampun cuma 30 menit doang dan kayak dunia mau runtuh? Itu sih yang terlintas di kepala saya saat mendengar facebook down menjadi trending topik di twitter. Lagi-lagi trending topik yang begitu. Ya demikianlah.

Kejadiannya beberapa hari yang lalu sih. Sudah cukup terlambat untuk menjelaskannya sebagai berita hangat atau 'fresh from the oven'. Cuma ingin mencatat kejadian ini di blog sehingga nanti, entah 10 tahun atau 100 tahun akan datang, semoga anak cucu saya masih meneruskan blog ini dan tak dihapus oleh Google, ada yang membaca informasi ini dan terkagum-kagum atau malah geleng-geleng kepala membacanya.

Saya kurang menyadarinya karena memang saya membuka facebook biasanya untuk kerja dan itu saya lakukan pagi hari. Siang sampai sore biasanya saya sudah menjauhkan aplikasi facebook di smartphone saya. Saya lebih sering membuka email atau upload foto dagangan di instagram. Lebih mendatangkan manfaat buat blogger yang cari uangnya di dunia online seperti ini.


Bagaimana dengan teman-teman sendiri, ada yang sadar facebook down?


Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs