Langsung ke konten utama

Ternyata Keteteran Ya!


Akhirnya harus saya katakan saya keteteran juga nulis di blog. Hahaha sibuk banget jadi admin sosial media. Maklum banyak yang harus dipelajari mengenai status yang harus saya bagikan di akun-akun sosial media tersebut. Masih pemula dan tentu saja saya ini pembelajar yang cukup lamban untuk hal-hal baru. Alhamdulillah kerjaannya sekarang sudah lancar dan saya sudah bisa membagikan status dengan benar di akun sosial media tersebut. Sekarang yang harus dikerjakan adalah orderan bros yang menumpuk.

Bukan mengeluh sih. Namun memang pengaturan waktu harus lebih ketat lagi dan tak ada waktu buat terlalu santai. Habis salat Subuh juga harusnya nggak tidur lagi. Inilah kebiasaan buruk saya. Sekitar jam 6 pasti ngantuk dan suka tidur dua tiga jam. Kalo tak siaran bisa lebih dari itu tidurnya. Berarti sekarang harus menulis lebih banyak lagi buat postingan terjadwal. Saya juga menghidap penyakit malas menyalakan komputer. Mau beli laptop lagi sedikit trauma dengan kejadian lalu. Merusak 4 laptop/netbook gitu gara-gara terlalu lancar menulisnya. Menekan keyboardnya sangat keras. Walaupun bisa diakali dengan membeli keyboard tambahan yang terpisah dari bagian mesin laptop.

Hal-hal yang bisa dijadwalkan memang sepertinya harus disiapkan untuk terjadwal. Supaya tak perlu terlalu banyak menghabiskan waktu di depan komputer. Kayak menulis di blog ini. Mengupdate status di akun sosial media juga bisa dijadwalkan. Beda dengan membuat bros yang memang harus standby buat menyalakan lilin dan menyatukan kelopak pita tersebut menjadi bunga yang indah. Tak disangka bros buatan saya banyak yang pesan buat dijual di bazaar gitu. Semakin besar pasarnya nih nggak hanya buat pribadi.

Asisten pribadi sih belum punya. Mau coba atur waktu sendiri dulu. Soalnya belum tetap juga jumlah pemesan. Kecuali sudah banyak yang tahu dan pesan buat souvenir pernikahan kayaknya boleh deh menggaji asisten pembuat bros. Walaupun belum tahu siapa orang yang tepat. Soalnya kalau saya sudah jadi atasan suka cerewet. Maklum bawahan kan dibayar, kecuali yang bantu itu nggak minta bayaran ya. Hihihihihi...

Setidaknya sekarang harus menyiapkan 10-20 tulisan buat dijadwalkan seminggu, jadi sehari bisa lebih dari satu tulisan. Sayang juga kalau tulisan di blog ini makin menurun jumlah kan? Beda dengan tahun kemarin yang memang saya menantang diri sendiri buat nulis sesuai jumlah bulan. Waktu itu belum menikah. Kerja di Radio Volare dan tinggalnya juga di gedung yang sama dengan kantor. Tak begitu merepotkan. Sekarang tinggalnya 5km dari Radio Volare. Artinya ada waktu yang terbuang di jalan. Sudah menikah pula. Buka usaha jual bros pula. Jadi admin sosial media juga. Tambahan lagi jadi tukang bagi job review.

Alhamdulillah masih bisa ditangani semua. Beberapa bagian sih harus dipending. Kayak ngeberesin rumah yang akhirnya sering dipegang suami. Untung suami memang rajin beres-beres. Apalagi dia memang tidak suka bikin prakarya. Akhirnya ya lembur bikin bros sendirian aja. Suami sudah tidur di samping saya. Judulnya sih nemenin katanya. Tapi molor. Masih alhamdulillah nggak ditinggal tidur di kamar.


Doakan semoga tulisannya nggak keteteran lagi ya!

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs