Langsung ke konten utama

Menghaluskan Permukaan Kulit Wajah


Banyak orang terutama wanita yang tertarik dengan cara menghaluskan kulit wajah baik secara alami atau secara ilmiah. Mengingat kaum ini lebih mementingkan penampilan terutama wajah dibandingkan dengan kaum pria. Apalagi ketika umur mereka sudah memasuki masa remaja yang di mana kondisi kulit tidak sehalus ketika bayi. Sebenarnya banyak sekali faktor yang membuat kulit wajah menjadi rusak sehingga terlihat kurang menarik.

Berbeda dengan kondisi kulit saat pertama dilahirkan, kulit sangat lembut dan bersih sekali. Seiring dengan bertambahnya usia kondisi kulit mulai berubah bahkan ada yang menjadi sangat rusak. Selain itu banyak sekali permasalahan kulit yang bermunculan seperti jerawat dan komedo. Kedua masalah kulit tersebut yang dapat membuat permukaan kulit menjadi kasar dan tidak rata. Untungnya ada banyak cara untuk mengembalikan kondisi kulit tersebut meskipun tidak sama persis seperti kulit bayi.

Setidaknya beberapa cara yang alami maupun ilmiah ini dapat membantu meratakan kembali permukaan kulit. Biasanya noda bekas jerawat membuat permukaan kulit menjadi tidak rata dan terasa sangat kasar saat disentuh. Selain itu komedo juga membuat permukaan kulit menjadi bergerigi sehingga sangat merusak kelembutannya. Oleh karena itu sebelum anda mencoba mengembalikan kelembutan kulit wajah ada baiknya atasi dulu permasalahan kulit lainnya.


Menghaluskan kulit wajah membutuhkan proses mengingat hasilnya juga tidak akan sama persis dengan kondisi kulit ketika masih bayi. Hanya saja setidaknya kulit anda terlihat lebih lembut dari sebelumnya dan warna kulitnya juga akan lebih cerah. Perawatan kulit ini ada baiknya dilakukan secara rutin karena kondisi kulit wajah yang sangat sensitif sekali. Jika anda sedikit saja lalai dalam membersihkannya pasti tidak lama selalu muncul permasalahan kulit.  

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan