Langsung ke konten utama

Menemukan Kembali Semangat Itu!

Kalo sudah menyalakan komputer sih dengan mudahnya saya mengetikkan semua kalimat yang ingin saya sampaikan. Jika saya tak mengingat kembali tujuan ngeblog saya, satu di antaranya adalah meninggalkan kenangan buat orang yang belum hadir dalam kehidupan saya sekarang, barangkali saya sudah membiarkan blog ini penuh oleh sarang laba-laba dan akhirnya menjadi kuburan maya berikutnya.

Untungnya sejak awal saya sudah menganggap blog ini adalah catatan harian saya. Selalu ada yang kurang jika saya tak menuliskan sesuatu di blog ini. Ada yang hilang. Mati sih enggak ya, cuma mati gaya aja. Apalagi ada teman yang mengatakan saat kita mulai menerima alasan untuk tidak ngeblog dan tidak memberikan 'hukuman' pada diri kita sendiri karena absen mengisinya, pastilah besoknya akan ada alasan lain lagi yang akan kita buat  untuk tidak mengisi blog kita sendiri.

Saya sendiri memberlakukan hukuman untuk mengisi kekosongan hari yang tidak ada tulisan baru dengan mengisinya dihari yang berbeda. Saat ketinggalan sehari besoknya saya akan menuliskan paling tidak dua tulisan. Supaya hutang tidak mengisi postingan itu bisa dibayar. 

Semangat mengisinya baru kembali 1 post sehari. Padahal tahun lalu saya sedemikian bersemangat mengisinya sampai 12 post sehari. Itu jari saya sudah pake acara terbang-terbang di atas papan ketik.

Waktu itu job belum setiap hari mampir. Belum ngadmin facebook official, twitter, dan instagram juga. Jadinya masih banyak waktu melakukan itu semua. Berbeda jauh dengan sekarang. Usaha dagangannya mulai bangkit. Beberapa di antaranya keterlaluan larisnya, alhamdulillah sekali sebenarnya. Cuma ada beberapa hal yang kemudian dikorbankan untuk banyak kerjaan yang harus saya tangani sendiri.

Yaaap! Hingga hari ini belum menemukan asisten buat membantu banyak hal yang harus saya jalani. Untungnya suami saya sangat sabar menghadapi kesibukan istrinya yang jarang beres-beres rumah. 

Setiap kali melihat suami yang mau membantu kerjaan rumah saya jadi semangat menyelesaikan banyak kerjaan yang harus ditangani sendiri. Semangat itu akhirnya ditemukan kembali.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan