Langsung ke konten utama

Cantik Inner beauty VS Outer beauty


Cantik alami sering dikorelasikan dengan istilah inner beauty. Namun benarkah inner beauty lebih penting dari outer beauty atau kecantikan dari luar? Yuk kita bahas urusan yang satu ini, ladies!

Inner beauty atau kecantikan dari dalam adalah kecantikan dari segi keahlian, bakat dan attitude. Misalnya saja, bila kita punya attitude yang ramah dan baik pada semua orang, atau punya keahlian handal dalam suatu bidang, maka bisa dibilang kita memiliki inner beauty. Sementara outer beauty adalah kecantikan dari luar di mana lebih bersifat pada penampilan fisik. Memiliki riasan yang cantik dan indah adalah bukti seseorang ingin unggul dalam hal outer beauty. Nah lalu bagaimana menakar kecantikan mana yang tepat disebut cantik alami dari dua hal yang saling berbeda ini?

Sebenarnya, memang bila harus dipilih mana yang lebih penting jawabannya adalah inner beauty. Tentu pria tidak akan suka kan seorang wanita cantik yang memiliki attitude tidak sopan atau pemalas? Untuk itulah kecantikan dari dalam sangatlah diutamakan. Seorang wanita yang baik, ramah, gesit dan pintar akan memegang nilai plus di mata para lelaki. Namun meskipun inner beauty menjadi indikator utama, bukan berarti outer beauty harus kita singkirkan, ladies. Kecantikan dari luar juga harus bisa kita perlihatkan. Tentu wanita dengan penampilan yang cantik dan terawat akan memiliki kesan yang baik di mata lelaki bukan?


Jadi bila berbicara tentang kecantikan yang alami, adalah sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara keduanya: baik inner beauty atau outer beauty. Bila keduanya bisa dijaga dengan seimbang, maka kecantikan yang alami dan sempurna pun bisa kita dapatkan dengan mudah. Setuju, ladies?

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan