Langsung ke konten utama

Buku-Buku Belum Terbaca



Padahal saya dulu hobi sekali membaca buku. Satu hari bisa dua tiga buku yang saya baca. Buku cerita sih yang paling saya suka. Walaupun ada beberapa majalah yang tetap saya suka dan saya baca karena ada ceritanya juga. Hahahaha...

Sebenarnya aneh rasanya melihat novel-novel yang belum saya baca. Baik saya beli, saya dapat hadiah, atau gratisan lainnya. Ada beberapa yang seharusnya saya baca dan buat reviewnya. Hitung-hitung membantu teman yang sedang promosi buku yang ditulisnya dan sudah dijual di toko buku ternama. Maafkan kekurangan saya mengatur waktu untuk membaca buku tersebut. Saya ingat betul ada beberapa teman yang kagum dengan kemampuan saya membagi waktu untuk bekerja dan bersenang-senang. Sebenarnya masih ada yang harus saya korbankan.

Ikut banyak lomba, menerima banyak job, dan menghadiri beragam workshop mengharus saya menutup diri dulu dari beberapa novel favorit yang ingin saya baca. Apalagi jika tulisan Agatha Christie yang butuh ketelitian saat membacanya. Tak bisa sambil lalu begitu saya membacanya. Saya juga harus membuat banyak bros dan mengantar pesanan ke sana kemari. Akhir-akhir ini banyak juga yang menanyakan bawang dayak. Nanti deh saya cerita di postingan yang berbeda mengenai bawang ini.

Kali ini saya harus lebih pinter lagi mengatur waktu sehingga buku-buku yang belum terbaca itu bisa saya sentuh isinya. Saya menambah kosa kata lagi buat mengentalkan novel yang akan saya tulis berikutnya. Hey! Saya harus melakukannya cepat bukan? Masalahnya sebentar lagi deadline beberapa lomba.


Doakan saja saya mampu mengikuti semuanya!

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan