Langsung ke konten utama

Alhamdulillah Brosnya Laris




Alhamdulilllah, tak henti-hentinya rezeki mengalir bagi keluarga kecil kami. Keluarga yang sangat kecil karena tak ada anak di dalamnya. Masih berdua saja bareng suami. Sebenarnya beberapa waktu lalu hanya memuaskan keinginan hati yang ingin sekali belajar membuat bros setelah melihat banyak sekali tutorial bros yang ada di internet. Alhamdulillah ternyata banyak yang berminat dan ingin membeli. Teman-teman yang ingin dagang juga mau membantu menjualkan dan mempromosikan dagangan saya ini.

Sehari memang baru mampu bikin 2 lusin bros sendirian. Itu pun kalau memang tak siaran. Kalau ada jadwal siaran dapat dipastikan saya akan lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah dan pulang-pulang sudah sore. Sebenarnya pengen banget mengurangi jadwal siaran. Supaya saya bisa lebih fokus mengerjakan yang lain. Sebab sekarang saya bukan lagi seorang Rohani Syawaliah yang hidup sendirian. Tugas utama saya tentu saja adalah mengurus suami dan anak-anak nantinya.

Memang sih 3 kali seminggu itu sudah tak banyak, namun kadang saya kesulitan menyesuaikan jadwal dagang Oleh-Oleh Pontianak yang sedang saya urus juga. Saya benar-benar butuh asisten. Tapi sampai sekarang belum ada satu orang pun yang bisa saya percaya untuk menangani semuanya. Suami memang banyak membantu namun tak bisa dilepas sendirian. Apalagi kalau sudah berkaitan dengan bros. Dia pasti menolak buat belajar membuat bros. Padahal hasilnya lumayan setiap minggunya. Ratusan bros setiap bulannya bisa habis terjual.


Semoga saja semua proses pembuatan brosnya bisa dipercepat lagi, sehingga saya tak akan kesulitan memenuhi permintaan pasar. Buat teman-teman yang suka dagang juga boleh nih jadi reseller bros saya. Bisa hubungi BBM saya di 79D87E9B atau Whatsapp 085213626011. Koleksi saya bisa dilihat di instagram @honeylizious ya!

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan