Langsung ke konten utama

Tulisan Tangan Sangat Membantu



Beberapa tahun ini memang saya lebih terbiasa untuk mengetik menggunakan papan ketik dan menghemat kertas karena hasilnya semua digital. Jarang sekali saya akan mencetak hasil ketikan, lebih banyak disimpan, atau saya publikasikan di blog.

Tapi ada beberapa saat saya sangat membutuhkan yang namanya bantuan tulisan tangan. Entah tinggal berapa orang yang benar-benar menggunakan tulisan tangan untuk menulis dalam kehidupannya sehari-hari. Saya sendiri dapat dihitung dengan jari melakukan penulisan menggunakan pena dan kertas. Padahal ingat sekali betapa tangan saya selalu memegang dua benda ajaib tersebut. Seakan-akan tak bisa dipisahkan dari kehidupan saya. Sudah serupa dengan android yang selalu saya pegang ke mana-mana.

Namun ada kalanya memang tulisan tangan digunakan. Tulisan tangan sangat membantu ketika saya sedang butuh menulis sangat cepat. Dibandingkan menulis dengan papan ketik, menulis dengan tangan kanan dan pena yang ditorehkan ke buku itu jauh lebih cepat. Jarang terjadi yang namanya typo atau kesalahan peletakan huruf. Beda dengan mengetik di papan ketik. Entah berapa kali terjadi kesalahan penulisan dan saya harus menulis ulang kata yang salah tersebut.

Jika memang ada yang harus saya selesaikan saya memang suka menulis dengan tangan walaupun itu sudah jarang menjadi kegiatan sehari-hari saya. Bagaimana dengan teman-teman?

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan