Langsung ke konten utama

Terukir di Bintang – Yuna




Saya termasuk orang yang kesulitan menghapal lirik lagu. Butuh waktu lama buat benar-benar bisa mengingatnya. Makanya ketika ada iklan di televisi yang menggunakan lagu, saya hanya hapal nadanya tapi tak benar-benar hapal liriknya. Kecuali sepotong saja. Bagian yang paling mudah diingat tentunya. Dari banyak iklan yang sedang beredar di televisi, what beredar? hahahah menyenangkan menggunakan kata tersebut, 'beredar', ada satu iklan yang cukup menarik perhatian saya. Lagunya. Bukan iklannya.

Kalau mengingat lirik yang memang hanya ada di lagu tersebut sih tentu akan lebih gampang menemukan lagu yang dituju. Sayangnya yang saya ingat bagian yang sangat umum. Liriknya yang 'tak mungkin hilang... nanananana'. Saya tambahkan 'nananana' karena saya hanya ingat nadanya bagian tersebut. Pas coba pake kata kunci 'iklan tour Malaysia di televisi Indonesia' juga nggak keluar yang saya cari. Dari lirik tersebut malah lagu penyanyi yang lain yang keluar.

Untungnya tak kehabisan akal. Saya tulis aja di twitter. Berharap ada yang tahu lagu yang saya maksud. Tak sampai 5 menit ternyata ada yang menjelaskan bahwa lagu yang digunakan di iklan Malaysia tersebut adalah lagunya Yuna yang berjudul 'Terukir di Bintang'. Langsung deh cari videonya di Youtube. Pas selesai nonton dan dengar lagunya puas banget. Benar sekali lagunya milik Yuna. Sekarang tinggal putar lagunya dari smartphone setiap kepengen.

Sebelumnya sih sudah sering mendengar nama Yuna. Tapi tak begitu antusias dengan lagunya. Beberapa lagunya yang berbahasa Inggris memang masuk carta lagu di Radio Volare. Meskipun tak pernah jawara tapi lagunya memang lumayan easy listening. Nah pas lagu yang dipake buat iklan ini memang saya suka sekali. Untuk sementara hanya lagu itu yang saya dengarkan melalui smartphone.

Dulu sih pernah juga suka sama lagu yang dijadikan tema lagu buat iklan. Karena lagu berbahasa Inggris lebih mudah memang menemukan liriknya. Pencarian menggunakan mesin google juga tidak begitu sulit. Jadi kepikiran suatu hari nanti google akan mendeteksi nada lagu yang kita tahu bunyinya tapi tak tahu liriknya dan siapa penyanyi serta judul lagunya. Supaya kita bisa menggunakan pencarian 'nada'. Bukan hanya suara yang bisa dideteksi seperti sekarang ini.


Saya yakin raksasa sebesar google sudah memikirkan ini jauh sebelum saya sendiri menginginkannya. Kita hanya bisa menunggu kejutan dari google seperti apa suatu hari nanti. 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan