Langsung ke konten utama

Penyakit Pada Anak


Senang melihat adik saya sudah dapat bermain lagi bersama teman-temannya setelah pulih dari gejala tipes yang menderanya hampir selama dua minggu. Adik saya adalah tipe anak periang yang sangat senang beraktivitas di sekolah maupun di lingkungan sekitar rumah. Temannya banyak, mulai dari yang seumur—adik saya saat ini berusia 8 tahun—hingga teman-teman yang merupakan seniornya di sekolah. Mungkin memang di usia tersebut, anak-anak sedang giat-giatnya bersosialisasi dengan sesamanya. Nanti ketika usianya mulai memasuki sekolah menengah lanjutan, biasanya anak-anak mulai memiliki dunianya sendiri. Ada yang senang tinggal di rumah dengan bermain gadget, ada yang senang dengan hobi masing-masing dan ada pula yang sibuk belajar untuk menghadapi ujian-ujian sekolah yang semakin tinggi semakin sulit.


Karena adik saya masih kelas empat SD dan jiwa bermainnya masih sangat besar, gejala tipes yang menderanya kemarin benar-benar membuatnya stres. Ia dilarang dokter untuk beraktivitas di luar rumah padahal sudah pulang dari rumah sakit. Selama berhari-hari ia harus mengkonsumsi bubur dan obat-obatan secara rutin padahal mungkin perasaannya mulai membaik. Kami orang-orang yang lebih tua biasanya betah-betah saja jika diharuskan tinggal di rumah selama beberapa hari, tapi bagi anak-anak seperti adik saya, di hari kedua saja dia sudah mulai merengek untuk mengunjungi anak tetangga sebelah untuk bermain bersama. Semoga di masa depan adik saya tidak lagi mendapatkan penyakit yang sama, kasihan saya melihatnya.

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan