26 April 2014

Ngadat Saat Menulis?


Maksudnya sih ngeblank. Things happen. Bukan masalah besar kalau memang tak sedang mengejar deadline. Satu hal yang paling ditakuti penulis memang ketika sedang asyik menulis dan mandek. Argggh-situation banget kan? But hey, bukan hanya kita, kamu yang sedang membaca ini dan saya yang sedang menuliskan ini yang mengalaminya. Percayalah masih banyak penulis di luar sana yang menghadapi permasalahan sama. Eh tapi bukan berarti kita lantas mengatakan ya sudah kalau begitu nulisnya nanti aja.

Lanjut aja nulisnya. Menulis yang lain misalnya. Seperti sekarang ini saya sedang ngadat menulis sebenarnya. Malas menyalakan komputer kalau tidak ada iklan yang masuk dan mau nggak mau memasukkannya menggunakan PC supaya lebih rapi. Beda kalau cuman buat ngeblog. Tinggal pake smartphone terbitlah beberapa tulisan yang kerapiannya dipertanyakan dan kebanyakan tak ada gambarnya. Saya pikir saya jadi ngadat menulis karena terlalu banyak hal di dunia ini yang bisa saya tuliskan sampai-sampai rasanya bingung yang mana harus saya tuliskan terlebih dahulu. Pengennya sih semuanya diselesaikan dan menjadi tulisan utuh. Bisa dibaca banyak orang dan syukur-syukur ada yang bisa mendapatkan manfaat di dalamnya.

Jika memang teman-teman ngadat saat menulis karena merasa tulisannya ada kurangnya. Belum pas. Bahkan muncul pertanyaan:

Kok tulisan saya begini?
Kok tulisan saya begini?
Kok tulisan saya begini?

Lupakan pertanyaan tak penting seperti itu. Inti dari menulis bukan tentang membuat kagum orang lain. Bukan tentang menjadi terkenal. Bukan tentang mendapatkan uang dari tulisan tersebut. Walaupun cukup penting untuk dipertimbangkan sebagai semangat menulis. Inti menulis bagi saya adalah memperpanjang kehidupan saya sendiri. Suatu hari ada yang tak mengenal saya akan menemukan 'diri' saya di blog ini. Untuk seterusnya saya tak akan benar-benar mati dari dunia ini selama belum kiamat. Dengan menulis saya merasa lebih hidup.

Berkali-kali saya akan menekankan hal yang sama pada diri saya yang sering tak percaya diri dengan tulisan sendiri. Karena saya pikir memang tulisan saya masih kalah jauh dibandingkan tulisan banyak orang. Selalu akan ada tulisan yang jauh lebih baik. Kemudian saat saya mengingat saya harus menulis karena saya sedang mencatat sejarah kehidupan saya sendiri, kengadatan saat menulis itu akan berhenti seketika. Jemari menari dengan lincahnya di atas papan ketik. Walaupun kadang mata lumayan pedas untuk diajak terus terbuka.


Masih panjang yang ingin saya tuliskan tapi mengingat saya harus bangun pagi sebab beberapa jam lagi, sekitar 9 jam, saya akan menjadi narasumber untuk peringatan Hari Kartini 2014 di BLC Telkom. Ya sudahlah, kita lanjutkan di postingan yang berbeda lagi ngobrolnya.

@honeylizious

Followers