Langsung ke konten utama

Menyiapkan Lebih Banyak Postingan Terjadwal


Mengingat akan banyak lomba yang saya ikuti dan banyak pula bagian di rumah yang harus diberesin, mau tak mau saya sekarang harus bekerja lebih keras di 'kantor' saya untuk menyiapkan postingan terjadwal lebih banyak. Bukan hanya draft yang berisi judul yang kemudian saya simpan menumpuk di draft tanpa tahu apa yang sebenarnya akan saya tulisan dengan judul tersebut setahun kemudian.

Beberapa hari ini memang kondisi tubuh saya menurun dan tidak begitu memungkinkan untuk terlalu banyak melakukan kegiatan dalam satu hari. Makanya sekarang yang harus saya lakukan adalah menyelesaikan banyak postingan untuk bulan ini yang bisa dijadwalkan penerbitannya kemudian mengikuti lomba menulis sementara postingan terjadwal akan menyelamatkan blog ini.

Yap! Itu jauh lebih baik dibandingkan saya harus memaksakan diri untuk ngeblog saat kondisi tubuh kurang fit bukan? Apalagi sudah banyak lomba yang saya lewatkan hanya gara-gara kurang sehat. Sayang sekali kesempatan tersebut saya lewati begitu saja tanpa sempat mencoba untuk megikutinya,

Tahun lalu saya memang banyak membuat postingan terjadwal karena setiap harinya saya menulis paling tidak tiga tulisan sehari selama bulan Maret, sekarang memang tak ada tantangan seperti itu lagi. Namun saya ingin tulisan saya terbit setiap hari tanpa ada yang bolong. Apakah itu memungkinkan? Kita lihat saja nanti. Sementara itu saya akan lebih banyak membuat postingan terjadwal untuk membuat postingan bisa terbit tanpa henti di blog.


Barangkali saya butuh managemen waktu yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Lebih baik tidur awal dan bangun lebih awal untuk menulis dibandingkan tidur terlalu larut untuk menyelesaikan tulisan yang kemudian membuat saya kelelahan dan akhirnya sakit. Bagaimana dengan teman-teman sendiri ngeblognya?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan