2 April 2014

Menambah Draft?


Kayaknya saya harus segera menyelesaikan semua judul yang saya simpan di dalam draft postingan blog. Jumlahnya semakin lama kok semakin susah dikurangi ya? Lumayan mengganggu dan rasanya lumayan juga kalau diselesaikan bisa buat stok blogpost sebulan dan saya bebas menulis fiksi selama sebulan penuh. Bahkan lebih sebenarnya. Jika satu postingan saya jadwalkan buat satu hari berarti saya bisa menjadwalkan hingga Juni nanti. Lumayan dua bulan lebih aman. Tapi kadang yang jadi masalah memang saya mudah sekali menyimpan sesuatu di draft. Bahkan nggak hanya di draft blog melainkan sudah merambah ke catatan di smartphone.

Tak tahu sampai kapan draft tersebut akan mendapatkan gelar draft atau pada akhirnya akan selesai? Harapan saya sih setidaknya berkurang setengahnya. Padahal kalau dipikir-pikir draft itu sudah muncul sejak awal-awal saya ngeblog dulu. Coba kalau saya selesaikan satu demi satu sejak lama. Pasti tak akan menumpuk seperti sekarang. Karena tak ada gunanya menyesali yang sudah lewat. Satu-satunya waktu yang tepat untuk mengembalikan itu semua adalah dengan mengerjakannya sekarang.

Satu di antara draft tersebut adalah postingan ini yang akan menjadi postingan berjadwal. Padahal niatnya mau nulis dalam bahasa Inggris ke depannya. Pas cek draft masih ada puluhan judul postingan yang belum diterbitkan dan semuanya berbahasa Indonesia. Ya sudahlah, lupakan sejenak lagi menulis bahasa Inggrisnya. Menulis dalam bahasa Indonesia lagi sebentar khusus buat menyelesaikan draft ini. Mengingat banyak lomba yang akan segera saya ikuti lagi, fyuuuuh.


Ngomong-ngomong soal lomba masih ada beberapa lomba nih yang saya ikuti masih menunggu pengumuman, semoga saja bisa menang juara satu. Hehehe... mengapa harus juara satu doanya? Because my mom say so. Dia selalu bilang kalau doa itu setinggi mungkin. Seperti impian kita. Mana yang kita inginkan dalam kehidupan kita ya itulah yang kita jadikan doa. Jangan kerendahan doanya. Tuhan Maha Kaya. Saat itu saya sadar bahwa Umak benar dalam hal ini. Tuhan kan punya segalanya. Mengapa saya tak meminta saja sesuai apa yang saya harapkan. Hehehe...

@honeylizious

Followers