10 April 2014

Kisah diantara Teh dan Kopi


Ceritanya sangat panjang hingga kami bisa sampai pada topik manfaat buah sirsak yang katanya dapat menyembuhkan penyakit kanker tak masalah setinggi apapun stadiumnya. Awalnya kami hanya berkumpul seperti biasa di akhir pekan, menghabiskan teh dan kopi kami sembari menceritakan kesibukan selama seminggu. Anya yang membawa kabar soal salah satu teman sekelas kami ketika kuliah dulu dirawat di rumah sakit karena kanker paru-paru yang dideritanya. Teman kami tersebut memang terkenal perokok berat ketika masih kuliah dulu. Meskipun begitu, dengan rokok yang selalu membuatnya terjaga, gambar serta maketnya selalu mendapat nilai tertinggi di kelas. Kami selalu meramalkannya menjadi seorang arsitek ternama yang namanya sering muncul di koran kelak. Sayangnya berita yang datang malah soal penyakitnya yang sudah parah.


Cerita bersambung cerita, Nina yang mendengar cerita soal penyakit kanker mengungkapkan pengalamannya soal manfaat buah sirsak yang telah dilihatnya secara langsung ampuh membunuh sel-sel jahat yang mematikan tersebut. Kakak kandung Nina juga adalah seorang perokok berat yang telah mengenal rokok sejak usianya sangat muda. Memasuki usia tiga puluh tahun, kakak Nina memutuskan untuk berhenti karena divonis dokter memiliki sel kanker di paru-parunya. Setelah diagnosa lebih lanjut sel kanker tersebut ternyata ganas dan belum ada obatnya. Karena tak ingin menyerah, kakak Nina berusaha mencari pengobatan apapun untuk sembuh dan berakhir pada pengobatan buah sirsak yang sangat alami. Setahun kurang menjalani pengobatan tersebut, kakak Nina berangsur-angsur pulih dan paru-parunya kini hampir sehat kembali. Mendengar cerita tersebut kami berencana untuk merekomendasikannya pada teman kami supaya tak berhenti berusaha untuk sembuh dengan mencoba cara alami yang menjanjikan ini.

@honeylizious

Followers