Langsung ke konten utama

Garam Buah Pedas Khas Terasi Kalbar

Sejak dulu saya sudah terbiasa makan buah-buahan yang direndam air gula lalu dicocol ke garam buah. Garam buah pedas buatan Umak selalu istimewa. Bubuknya halus, kering dan harum yang bikin saya senang. Sebab tak banyak penjual buah yang diolah dengan air gula seperti itu yang bisa menyediakan garam buah yang halus dan kering.
Pedasnya nikmat sebab menggunakan cabai kering. Terasinya juga menambah aromanya menjadi harum. Supaya halus dan kering campuran garam + terasi + cabainya cukup dioseng saja sampai kering dan halus.
Karena saya membuat garam buahnya lumayan banyak, menggunakan terasi khas Kalimantan Barat, saya bawa sebagian besar ke rumah mertua. Soalnya di sana ada mangga. Jadi sekalian bisa ngerujak mangga ceritanya.
Maklumlah, mertua saya jago masak. Tidak memungkinkan membawakan beliau masakan saya yang sederhana itu. Beda cerita dengan garam buah. Kebanyakan yang tahu resep garam buah itu orang Tionghoa. Nah, ibu mertua kan berdarah Melayu jadi tak pernah membuat garam buah pedas pake terasi begini.
Bedanya garam buah yang saya buat dengan garam buah Umak di kampung adalah cabainya. Supaya lebih pedas saya menggunakan cabai rawit. Kepikiran juga soal membuat oleh-oleh Kalimantan Barat berbentuk garam buah berterasi buatan lokal. Selain meningkatkan nilai jual terasi lokal saya pikir garam buah juga sesuatu yang cukup menarik.
Pecinta buah yang agak asam manis pasti membutuhkan garam buah semacam ini. Membuatnya juga mudah menggunakan terasi kering bubuk yang dijual di pusat oleh-oleh Kalimantan Barat. Jadi tak butuh lama buat mengosengnya. Sebab tidak mengandung air.
Kamu suka garam buah juga?

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan