Langsung ke konten utama

Bot Facebook


Masih membahas soal facebook beberapa waktu lalu ada tuh komentar yang akan sedikit aneh tampilannya. Entah apa yang dipikirkan oleh orang lain saat mengizinkan cara berkomentar yang lebih mirip dengan bot. Setiap akun yang update status akan langsung dia komentari secara otomatis dan komennya tentu saja sangat tidak nyambung dengan status orang yang dia komentari.

Mirip dengan aplikasi aneh yang ada di facebook yang sekarang sedang marak menyebar. Tak hanya di Indonesia sebab banyak pula yang berasal dari negara yang lain. Beberapa waktu lalu saja saya sempat ditandai di aplikasi yang digunakan oleh teman facebook dari Thailand. Tentu saja ini sangat mengganggu dan intinya sih sama saja dengan aplikasi aneh yang ada di akun facebook orang Indonesia.

Bukan hanya sekali dua kali saya ditandai seperti itu. Setiap hari pasti ada dua tiga orang yang akan menandai di aplikasi yang digunakan untuk mengambil alih akun kita. Mereka akan memiliki akses untuk menampilkan komentar dan menandai teman-teman kita. Tak terbayangkan jika semua orang dalam akun facebook saya kena pishing yang serupa. Barangkali yang harus saya lakukan adalah menutup akun dan membuat yang baru. Kemudian menambahkan orang yang benar-benar saya kenal di facebook dan tak akan membuatnya bertumpuk seperti sekarang.

Teman di facebook sudah lebih dari 4.000 tapi saya yakin yang benar-benar berinteraksi dengan saya masih dibawah angka 100. sebab nama yang muncul di setiap notifikasi hanya itu-itu saja. Untuk apa memiliki teman di akun sebanyak itu tapi pada akhirnya kadang status yang lewat bukanlah hal yang menyenangkan. Sekarang setiap hari saya berusaha menghapus beberapa akun yang statusnya tak menyenangkan untuk dibaca atau namanya yang digunakan di akun facebooknya terlampau ajaib. Apalagi untuk penulisan status yang menggunakan banyak singkatan atau cara penulisan yang bukan mengikuti tata penulisan bahasa Indonesia.


Melelahkan memang menghapus satu demi satu akun yang tak saya inginkan ada di akun facebook saya. Tapi tak ada pilihan lain memang. Mau tak mau saya harus menghapusnya atau membuat akun yang baru kalau memang sudah tak bisa lagi menghapusnya. Ah pada akhirnya kita juga akan jenuh menggunakan facebook. Sampai-sampai untuk berkomentar pun ada yang menggunakan bot facebook.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan