19 Maret 2014

Yuk Liburan Lagi


Entah saya akan menyebutnya sebagai liburan atau sekadar pulang kampung menjenguk orang tua di sana yang semakin menua. Kali ini saya pulang lagi karena memang ada barang dagangan yang harus saya antarkan. Kebetulan pembelinya berada di kampung sana. Sekalian liburan tiga hari. Sebenarnya saya memang tidak bekerja di Radio Volare setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis, bahkan Sabtu. Jadi saya bisa pulang setiap minggu kalau saya mau. Cuma jarak yang lumayan jauh dan saya harus naik kendaraan darat dan air untuk tiba di rumah orang tua cukup membuat saya mengurungkan niat pulang kampung setiap minggu. Sekali dalam sebulan atau dua bulan saya rasa sudah cukup banyak. Apalagi hampir setiap hari Umak (ibu, red) menghubungi saya melalui telpon.

Iya, saya harus katakan sekarang keadaan sangat jauh berbeda. Umak sangat rajin menelpon semenjak saya belikan handphone baru dan kartu Indosat yang saya daftarkan soulmate. Jadi bisa menelpon gratis setiap hari. Kami bisa mengobrol berjam-jam di pagi hari. Bagian yang menyenangkan dari hal tersebut adalah Umak jadi alarm hidup saya. Dia selalu menelpon dua tiga jam sebelum saya siaran. Jadi saya tak perlu takut terlambat pergi siaran gara-gara bangun kesiangan.

Karena saya liburan beberapa postingan sebelumnya dan sesudah postingan ini merupakan tulisan terjadwal yang saya siapkan di rumah. Sebab saya kemungkinan besar akan sulit mengupdate blog dari sana. Saya hanya akan memotret hal-hal yang saya lakukan di sana dan membagikannya kemudian saat saya sudah menemukan wifi rumah kembali. Hanya berdoa selama tiga hari tersebut tak ada job dadakan dengan deadline yang sangat mepet.

Pulang ke Jawai sekarang jadi menyenangkan dan mudah sebab orang yang paling menakutkan di dunia ini sekarang tak lagi ada di sana. Saya bisa menemui kedua orang tua dan adik-adik saya tanpa perlu sembunyi-sembunyi lagi.

Jika sekarang dia membaca tulisan ini, saya hanya ingin mengatakan padanya bahwa saya sangat bersyukur memiliki kakak seperti dia. Walaupun lama sekali saya baru bisa mensyukurinya. Setelah semua hal yang saya lewati untuk menjadi diri saya yang sekarang. Namun orang yang paling memiliki andil itu adalah kakak saya yang mengidap Sibling Rivalry akut.

Dulu memang berat. Detik terasa berjalan sangat lambat. Sekarang saya sudah dewasa dan punya kehidupan sendiri. Saya akhirnya menyadari bahwa tanpa keberadaan dirinya dan semua intimidasi dan siksaan yang dia lakukan, saya tidak akan menjadi orang yang menuliskan ini sekarang. Saya masih hidup. Masih sangat hidup sekarang. Saya sangat bersyukur bisa melewati cobaan yang rasanya akan menjadi 'trauma seumur hidup' itu dalam keadaan bernyawa. Saya pikir saya akan mati. Ternyata saya masih hidup.


Dia orang yang membuat saya menjadi orang yang sangat kuat. Jika ada orang bertanya pada saya siapa orang yang paling menakutkan di dunia ini, jawaban saya sejak lahir sampai sekarang masih sama. Kakak sulung saya. Dia orang yang akan selalu menjadi bagian gelap dalam hidup saya yang penuh dengan trauma dan ketakutan berkepanjangan. Namun saya tidak akan menjadi sekuat ini jika dia tidak lahir sebagai kakak saya. Itu yang ingin saya syukuri sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers