27 Maret 2014

Ubuntu Nih Rajin Update Yak!


Seperti mengeluh saja judulnya. Antara suka dan mengeluh. Hahahaha... sampai hari ini saya masih menggunakan Ubuntu di PC yang sekarang menemani hari kerja saya. Dari banyak distro linux memang Ubuntu adalah distro yang paling lama saya gunakan. Pada akhirnya tetap mengunakan Ubuntu jika memang memungkinkan. Dulu tak begitu menyadari betapa rajinnya Ubuntu ini update sebab menggunakan laptop yang tak terus-terusan terkoneksi dengan jaringan internet. Sekarang setiap komputer menyala internetnya juga otomatis menyala. Jadinya update akan berlangsung selama PC tersebut dinyalakan.

Ada saja bagian yang diupdate sama pengembangnya. Bukan berarti saya tidak senang degan updatenya. Saya suka dengan adanya update seperti ini. Artinya Ubuntu yang saya gunakan berkembang. Tidak terhenti pengembangannya. Tidak pernah ada crash lagi seperti yang sempat terjadi beberapa waktu lalu. Saat itu Ubuntu 12.04 baru diluncurkan. Masih dalam pengembangan.

Dengan banyaknya update dari Ubuntu, hampir setiap hari saya lihat ada sesuatu yang bisa diupdate, mau tidak mau kuota internet pun habis hanya untuk mengupdatenya. Untungnya saya menggunakan jaringan internet yang mumpuni di rumah. Jadi walaupun kuota sudah habis dan kecepatan diturunkan saya masih bisa melakukan aktivitas menulis blog, balas e-mail, dan bersosial media. Bahkan tak jarang saya mengunduh video tutorial dari Youtube menggunakan smartphone. Yup! Lebih mudah memang mengunduh video menggunakan Tubemate dari android yang saya gunakan.

Entah masih ada yang menggunakan Ubuntu 12.04 di luar sana atau sudah banyak yang mengupgradenya ke versi yang lebih tinggi. Saya sendiri sudah merasa nyaman menggunakannya. Tak terlintas untuk upgrade. Semoga saja sih versi ini akan terus diperhatikan oleh pengembangnya dan tetap ada update-annya. Sebab walaupun harus menghabiskan kuota internet, saya tetap suka menggunakannya untuk keseharian.

Kangen dengan Jolicloud dan Kubuntu tapi saya tak butuh banyak distro untuk satu komputer bukan? Selama masih nyaman digunakan dan tak sulit dioperasikan rasanya sudah cukup bagi saya.

Suami saya sendiri yang sebelumnya tidak pernah menggunakan Ubuntu juga merasa nyaman menggunakan. Belum pernah saya dengar dia mengeluh menggunakan PC ini gara-gara di dalamnya ada Ubuntu bukan jendela. Hehehe...


Teman-Teman dari ClearOS sih sebenarnya mengatakan jika ingin membuat server sendiri lebih baik menggunakan ClearOS. Namun karena saya sendiri tak memahami bagaimana cara kerjanya dan sepertinya tidak benar-benar membutuhkannya seperti teman-teman yang lain, saya bertahan menggunakan Ubuntu. Menyenangkan kok dengan distro yang ini. Sebab ini distro linux yang pertama kali saya gunakan saat masih menggunakan netbook Acer yang saya gunakan tahun 2010 lalu.

@honeylizious

Followers