Langsung ke konten utama

Television in Bedroom = Unhealthy

Menyediakan televisi di kamar, saya tahu sekali bukan hal yang menyehatkan. Sebab saya akhirnya mau tak mau tergoda dengan banyak film yang ditayangkan saat tengah malam tiba dan begadang sampai pagi hanya untuk nonton film tersebut. Padahal tak menontonnya pun sebenarnya tak mengapa. Namun sayangnya saya tak bisa menghentikan godaan dari film tersebut.

Waktu masih tinggal di ruangan bawah gedung Volare Network, tempat saya bekerja sebagai penyiar di satu radionya, Radio Volare, memang tak memungkinkan bagi saya menyimpan televisi di tempat yang lain. Sebab televisi hanya bisa disimpan di kamar. Satu-satunya ruangan pribadi saya. Mirip dengan kamar kost. Bukan benar-benar rumah pada umumnya. Sekarang saya sudah tinggal bersama suami di rumah yang umum.

Ada kamar tidur. Dapur. Ruang tamu. Kamar mandi. Toilet. Bahkan banyak bagian yang kosong untuk menjemur pakaian.

Tetapi saya masih saja menempatkan televisi di dalam kamar. Alasannya karena saya menggunakan televisi tersebut sebagai layar komputer saya untuk bekerja. Godaan buat nonton televisi kadang mengalahkan semangat saya untuk menulis tengah malam. Maklum kalau sudah ada film yang menarik saya tak perlu bergerak sedikit pun. Tangan megang remote control dan saya bisa menikmati film tersebut sampai selesai.

Harus saya katakan bahwa keberadaan komputer yang sekaligus televisi ini sangat tidak sehat. Sebab saya sering sekali menghabiskan waktu istirahat dengan menonton film. Sayang belum ada ruang kerja di rumah ini. Jadi masih saja saya menempatkan televisi ini satu ruangan dengan kamar tidur saya. Untuk sementara saya yang harus berusaha menguasai diri untuk tidak tergoda menonton film sampai tengah malam bahkan pagi.

Namun buat teman-teman, jika memang memungkinkan simpanlah komputer yang bisa jadi televisi di luar kamar saja. Sebab sangat tidak sehat menempatkannya di dalam ruangan yang kita gunakan untuk beristirahat. Dapat dipastikan waktu istirahat akan terganggu dengan keberadaan televisi tersebut.


Untungnya sih televisi lokal tak begitu banyak menyediakan pilihan film. Jadi saat mau nonton film Hollywood dan ternyata film tersebut sudah pernah saya tonton sebelumnya, saya segera mematikannya.

Komentar

  1. di kamarku ada tv tapi aku gak langganan tv kabel jadi aman lah paling jam 10 juga selesai nonton

    BalasHapus
  2. Saya sepakat, jangankan di kamar, di luar pun jika tdk difilter maka byk siaran yg mrusak moral.

    BalasHapus

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana.
Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai.
Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukannya akan disebut …

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha...


Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrsatu ya! 1. …

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan. 
Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya.
Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Termas…