13 Maret 2014

Tak Bisa Menulis Lambat


Masih ingat dengan tahun lalu. Bulan yang sama dengan yang sekarang saya memutuskan untuk menulis sesuai dengan urutan bulan. Maret 3 tulisan sehari. April 4 tuilsan sehari. Sampai akhirnya Desember 12 tulisan sehari. Terdengar tidak mungkin untuk menulis sebanyak itu. Alhamdulillah sekarang saya sudah menyelesaikannya di Desember 2013.

Barangkali akan banyak orang di luar sana yang mengatakan begini: 'Saya lebih mementingkan kualitas dibandingkan kuantitas.'

Yap seorang teman pernah mengatakan demikian tahun lalu. Saat awal-awal tantangan tersebut saya buat. Tak semuanya tulisan sebenarnya. Karena ada beberapa postingan saya hanya meletakkan gambar di dalam postingan dengan judul sebagai keterangan. Saya bersyukur saya membuat tantangan tersebut karena sekarang ternyata saya harus berhadapan dengan tantangan menulis yang sebenarnya dari klien yang membutuhkan banyak tulisan dalam sehari. Paling tidak saya harus menulis 10-20 tulisan setiap harinya untuk memenuhi pesanan klien.

Tak terbayangkan jika sekarang saya tidak terlatih untuk menulis cepat. Bagaimana mungkin saya mengambil job menulis yang datang. Saya hingga hari ini belum pernah menolak klien yang memesan artikel. Berusaha menyelesaikan semuanya hingga tuntas dan mengambil uangnya. Sebab sekarang saya tak bisa lagi menulis lambat. Alhamdulillah saya sudah bisa menulis cepat, satu di antara manfaat yang bisa saya dapatkan dengan menyelesaikan tantangan menulis yang saya buat tahun 2013 lalu, adalah saya memenangkan Tulis Nusantara 2013 sebagai juara pertama untuk kategori cerpen. Padahal saya sendiri tak yakin cerpen tersebut akan menang. Mengingat saya menyelesaikannya 1 jam sore itu karena sudah kejar-kejaran dengan deadline pada hari yang sama.

Nah buat yang ingin menulis cepat dan meninggalkan kebiasaan menulis lambatnya bisa cek gambar di bawah ini. Ini kiat dari Pak Isa Alamsyah suaminya Ibunda Asma Nadia. Silakan :)





Semoga kita bisa menyelesaikan tulisan dengan cepat dan banyak. Sebab sebuah tulisan sebelum masuk ke ranah 'kualitas' menurut banyak orang adalah harus diselesaikan. Jangan mikir bagus dulu. Pisau, jika diasah setiap hari insha Allah akan lebih tajam dari pisau yang diasah seminggu sekali atau sebulan sekali.

3 komentar:

  1. heummm,,,menarik sekali,siap mbk,,saya coba ah hehe
    makasih tipsnya mbk^^

    BalasHapus
  2. waduh aku masih belum konsisten nulis :) Hani kere

    BalasHapus
  3. Ini nih penyakit saya... kdg dlm perjalan brngkat/pulang ngantor urutan kata2 itu bgitu mengalir dg cepat. tp pas di depan monitor, "nulis apa dulu ya?"

    jd kl bt saya adl menghafal paragraf pertama dulu. nt belakangnya bs lebih cepat. tp kl ditantang kyk mbak gitu, rasanya saya juga gbs tuh...

    BalasHapus

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers