8 Maret 2014

Komitmen dan Kebiasaan

Jika ada yang bertanya bagaimana menjaga konsistensi dalam menulis terutama menulis di blog, tentunya jawaban saya ada dua. Paling penting dua ini saya pikir yang harus dilakukan oleh banyak orang di luar sana. Sebab kadang motivasi saja tidak cukup untuk meningkatkan produktivitas di dalam menulis.

Pertama kita memang harus memegang komitmen untuk menulis. Janji dengan diri sendiri untuk menulis terus atau setidaknya memposting sesuatu di blog kita. Beda dengan menulis novel atau menulis secara offline. Tak ketahuan oleh orang lain kita sebenarnya menulis atau tidak. Kita bisa saja mengaku bahwa kita sudah menulis (berapa halaman pun itu) jika secara offline. Beda cerita saat kita menulis secara online. Akan kelihatan di blognya sudah berapa banyak tulisan yang terpajang. Sudah update blognya atau belum.

Perjanjian dengan diri sendiri, komitmen, memang sangat dibutuhkan untuk menjaga konsistensi menulis. Sebab tak sedikit blog yang akhirnya menjadi kuburan maya. Setelah banyak sekali kita membuat pembenaran untuk tidak mengisinya. Berbagai alasan seperti sibuk, internet ngadat, tak tahu harus menulis apa, sepi pengunjung, atau masih banyak alasan lainnya yang bisa saya tuliskan di sini. Namun apakah memang demikian?

Terlihat oleh orang di blog ini komitmennya memang selalu terjaga. Saya pikir itu semua karena sudah kebiasaan. Saya sangat terbiasa menghabiskan waktu sendirian di rumah tanpa siapa pun. Lalu satu-satunya yang bisa saya lakukan berjam-jam adalah dengan memangku papan ketik komputer saya. Kemudian menyelesaikan satu demi satu tulisan di blog ini.

Menulis memang harus dijadikan kebiasaan. Sebab dengan menulis kita mengajar otak kita untuk terus berpikir. Mengasah kemampuan kita mengolah kata-kata. Menulis bukan lagi masalah suka atau tidak suka. Menulis juga bukan masalah minat dan bakat. Kita buat sebuah perumpamaan seperti ini. Menulis itu seperti mandi. Saya sendiri dari kecil adalah orang yang susah sekali untuk disuruh mandi. Malas sekali bangun pagi kemudian mandi. Tetapi orang tua tak pernah lelah meminta saya mandi setiap hari sebanyak dua kali.

Akhirnya mandi menjadi kebiasaan dan lama-lama menjadi kebutuhan. Sebab orang yang sudah terbiasa mandi pasti merasa sangat tidak nyaman jika menghabiskan waktunya tanpa mandi sama sekali. Walaupun ada beberapa kasus saya tidak mandi. Hahahahaha...


Jadi saat menulis sudah menjadi kebiasaan yang lama-lama menjadi kebutuhan, kita sendiri akan merasa nyaman setelah menulis satu dua tulisan. Entah itu secara online atau offline. Bergantung pilihan kita. Siap menjaga komitmen menulis dan menjadikannya kebiasaan?

1 komentar:

  1. Ala bisa karena biasa...salut sm blog ini hehe....shari bisa posting bbrp tulisan....keeren ah mbk hani...sukses unt ngeblognya :)

    BalasHapus

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers